"Gue udah diparkiran." Elkan memasukan ponselnya ke dalam saku setelah memutus sambungan telepon. Langkah lebarnya membawa pemuda itu menyusuri koridor menuju ruangan yang dia tuju. Elkan memang pergi ke Jogja, tapi bukan restoran yang menjadi tujuannya. Tidak ada urusan yang mesti dia selesaikan di sana. Bukan maksud ingin menyembunyikan sesuatu dari Sissy, Elkan hanya merasa ini bukan waktu yang tepat untuk mengatakan yang sejujurnya. Elkan masuk tanpa mengetuk pintu. Kedatangannya membuat Vino yang semula duduk segera bangun. Seorang perempuan terbaring lemah di atas ranjang rumah sakit. Selang infus terpasang di punggung tangan kanannya. Bibir pucat itu kini tersenyum. "Hai, Babe." Elkan melangkah mendekati Agnes. Menatap kondisinya sambil berdecih dalam hati. Sungguh malang nasi
Download by scanning the QR code to get countless free stories and daily updated books


