Kenyataan

1842 Words
    Sudah berlalu sepuluh tahun pasca kematian ayah aviera. Kini aviera sedang berada di ruangannya sambil mendengarkan sahabat sekaligus saudara nya sedang mengoceh. “Sampai kapan sih vier lu betah jomblo. Lu udah 22 tahun vier” wisteria masih mengoceh karena ia tak habis fikir manusia satu ini betah menjomblo. “Ra, gue masih ada kerjaan numpuk. Mending lu balik ke kantor lu dan gue puyeng sama mate lu yang nelfon gue mulu nanyain lu dimana padahal lu bisa aja telepati tapi itu ganggu banget” aviera begitu malas meladeni sahabatnya ini. “Vier, pulang yuk ibu pasti sudah memasakkan kita makanan yang lezat” wisteria masih memaksa aviera untuk keluar dari ruangan CEO company yang di pimpin oleh aviera. “Hmmm, baik lah kau menang ra” aviera menghembuskan nafas karena lelah berdebat dengan sahabat vampirnya ini.     Sesampainya di rumah aviera langsung berteriak “AVIERA CANTIK NAN IMUT SUDAH PULAAAAAANG” Cetaaaak, ternyata kepala aviera di lempar menggunakan sendok sayur kayu “ini dirumah bukan hutan vier” di jawab oleh ibu aviera. “Ira, ibu sudah menyiapkan darah rusa untuk mu dan juga sudah ada puding oreo kesukaan mu sana cuci tangan dan langsung makan” “Makasih bu” wisteria begitu bahagia ibu angkat nya begitu menyayangi bahkan menerimanya walaupun ia bukan dari bangsa manusia. “Buuuu, kenapa hanya ira yang di buatkan puding oreo. Apakah vier tidak dapat jatah puding jagung?” aviera ngambek dengan ibunya karena ibunya tidak memberitahukannya tentang makanan favoritnya. “ira begitu enak pulang kantor pasti di tawari ibu makanan favoritnya sedangkan aku haaah” sambung aviera dalam hati.     Wisteria tertawa saat mengetahui omelan aviera dalam hati “pffft, bu, kau tau vier mengomel dalam hati karena kau tak menawarkannya makan makanan favoritnya hahaha” wisteria melaporkan omelan aviera “Dasar vampir siyalan selalu saja melapor ke ibu, untung ku sayang” aviera menahan kekesalannya karena wisteria menggunakan kemampuan nya untuk membaca isi omelannya. “andaikan aku bisa seperti wisteria memiliki kemampuan membaca pikiran pasti akan ku temukan siapa pelaku yang sudah membunuh ayah dan membuat ibu bersedih” kembali terfikir soal kematian ayahnya.     Wisteria yang mengetahui hal itu pun menarik tangan aviera untuk ke kamar sambil membawa gelas berisi darah rusa. “Vier, kekuatan ku sebagai vampir telah kembali dan darah manusia yang ku miliki sudah hilang. Dan aku tau siapa pelaku pembunuh ayah karena dia adalah orang yang membunuh kedua orangtua ku. Mari kita balaskan dendam kita saat ini” “Ra, aku cuman manusia biasa bukan vampir seperti mu. Aku tak mungkin bisa membunuh pelakunya karena dia pasti vampir juga” “Besok kita akan ketempat mate ku. Kita akan melihat sebenarnya apa potensi tersembunyi di dirimu karena tidak mungkin jika manusia biasa bisa memiliki kecerdasaan diatas rata-rata dan kau bisa menyelesaikan pendidikan dalam waktu enam tahun dan dalam waktu satu bulan kau bisa memajukan dua company sekaligus baik itu company atas nama pribadi mu mapun company yang ayah punya dan kau berhasil menggabungkan kedua company tersebut vier.” “Baiklah, apa malam ini kau akan ke hutan ra? Mengingat kau begitu sibuk dengan company dan tidak lagi berburu semenjak bertemu mate mu” “Haaah, tidak vier aku butuh istirahat, pangeran iblis itu tidak akan senang aku pergi kehutan sendirian” “Ra, ini bulan purnama tumben kau tidak bertemu samuel maupun nobert si warewolf ganteng” “Vier, kau terlalu berlebihan. Apa kau tidak merasa aneh dengan pohon besar itu?” wisteria bertanya kepada aviera karena sahabat cantiknya ini sekalipun cerdas tapi tidak akan peka karena orang yang aviera sebut sedang tersenyum di atas pohon sambil memakan apel. “Tidak, tapi aku merasakan seseorang di dekat rumah” ya, aviera merasa seperti ada orang lain di dekat rumah nya tapi ia tak bisa melihat siapapun karena hari sudah malam. “Keluar lah kalian berdua anjing kecil” wisteria memanggil kedua temannya melalui telepati. “Hi, vier, hehehe, makasih sudah mengatakan kami ganteng” ucap nobert dan samuel berbarengan sambil tersenyum ke arah aviera. “Heiii, kami bukan anjing kecil ya, kami warewolf vampir dingin” samuel selalu kesal ketika teman cantiknya ini memanggil dirinya dan kembarannya anjing kecil. “Kalian kan memelihara cihuahua yang menggemaskan tidak salahkan aku memanggil tuannya dengan anjing kecil” wisteria menjawab dengan cuek.     Aviera melihat bulan purnama di balkon kamar nya dan mengabaikan ketiga temannya berdebat soal anjing kecil peliharaan teman kembarnya. “Andai aku bisa menjadi kaum imortal seperti kalian pasti aku bisa menemukan siapa pembunuh ayah ku” aviera berbicara sambil menatap bulan purnama dengan nada terselip dendam. “Bagaimana kalau kitaaaa” belum sempat nobert berbicara ibu aviera datang. “Heh, ini dua anak kembar gak sopan ya, bukannya lewat pintu cium tangan bunda malah lewat balkon dasar warewolf tidak sopan” “Ampun bunda, apa kabar bunda lama tidak berjumpa” tanya nobert dan samuel bersamaan sambil memeluk ibu aviera. “Kabar bunda baik, bagaimana ayah dan ibu kalian sudah lama mereka tidak kesini apa mereka tidak kangen dengan sahabat sekaligus adik cantik mereka ini” ibu aviera bertanya sambil ngambek karena kedua sahabatnya sudah lama tidak menemui nya dan ia merindukan sahabatnya itu. “Ayah dan ibu baik bund, nanti saat kami sudah pulang akan kami beritahu agar kedua orangtua itu tidak terlalu sering pacaran kasian adeknya ngambek tidak di jenguk daripada nanti tambah banyak keriput dan mereka tidak akan mengenali sahabat cantiknya ini, hahaha” jawab nobert sambil mengoda bunda nya ini. “Dasar kembar tidak sopan, ya sudah kalian berempat lanjutkan saja lagi cerita kalian sudah lama kalian tidak berkumpul kan” ibu aviera pun pergi                                                                                           *flashback on*   “Bu, itu siapa?” aviera dan wisteria bertanya pada ibu nya karena ada sekelompok orang asing datang kerumah mereka setelah kematian ayah mereka. “Mereka adalah nobert dan samuel, mereka dari kaum warewolf. Orangtua mereka adalah sahabat ibu. Ibu harap kalian bisa menjadi sahabat ya nak” jawab ibu sambil mengelus rambut kedua anaknya tanpa ia membedakan wisteria maupun aviera karena baginya keduanya adalah putri kandungnya. “Gloria, siapa gadis vampir ini? Dia begitu cantik tapi aku seprti tidak asing dengan wajahnya?” “Rin, dia wisteria putri dari raja dan ratu vampir yang tewas tapi semenjak kematian orangtua nya ira mendapat perlakuan tidak baik dari rakyatnya bahkan rakyatnya menganggap ira tidak berguna” ibu aviera pun menjawab pertanyaan sahabatnya. “Kau putri wisteria kan sayang? Kemari lah, aku berteman akrab dengan ibu mu dan kau boleh memanggil ku bunda dan perkenalkan mereka berdua yang mirip itu adalah samuel dan nobert bunda harap kalian berempat bisa bersahabat. Benarkan sayang?” jelas ibu samuel dan nobert sambil bertanya pada suaminya. “Benar, kau bisa memanggil ku ayah, kalau anak kembar ini membuat kalian berdua bisa menghabisi mereka” jawab ayah nobert dan samuel yang membuat kedua anak kembar itu menatap horor kepada ayahnya.                                                                                           *flashback off*   “Kami akan menginap disini aviera” nobert dan samuel pun memberikan pernyataan mutlak kepada aviera bahwa mereka akan menginap. “Ira, apa kau merasakan ada yang mereka sembunyikan? Perasaan ku tidak enak dan akan mengacaukan rencana kita” aviera bertanya melalui fikiran sambil menatap wisteria dan wisteria mengangguk mengiyakan perasaan sahabatnya ini, untungnya wisteria sudah memblock fikiran aviera jika tidak kedua teman nya akan mengetahui isi fikirannya dan aviera terkait mereka.       Keesokan harinya. “Bu, kami sudah sudah selesai makan. Ira dan vier izin keluar ya bu” wisteria pamit kepada ibunya sambil memeluk ibunya aviera. “Apa harry menjemput kalian? Dan bagaimana dengan dua kodok itu?” tanya ibu aviera sambil bercanda. “Buuuund, kami bukan kodok, kami warewolf ganteng” samuel ngambek kenapa bundanya sering mengubah rasnya. “Harry sedang meeting bu” ira menjawab ibunya sambil bermanja sebentar. “Kalian mau ketempat harry untuk mengetahui apa kemampuan vier kan?” tanya nobert dalam telepatinya kepada wisteria. “Dari mana kau tau?” wisteria bingung kenapa nobert bisa mengetahui hal ini. “Kau lupa, itu kan sudah rencana kita bertiga dengan samuel, haiiis dasar vampir pikun percuma saja cantik tapi pikun” nobert tak habis fikir kenapa harry si pangeran iblis bisa memiliki mate pikun seperti temannya ini. “Jadi ira, kapan kita membawa vier?” tanya samuel melalu telepati saat ia masih asik meminum jus mangga buatan bunda cantiknya. “Hmmmm, tunggu saja dia selesai ngemil coklatnya” jawab wisteria asal.     Di balkon kamar aviera sedang nyemil coklat sambil menghembuskan nafas “haaaah, baiklah sesekali bolos dari urusan kantor tidak masalah toh aku bosnya” “AVIERA APA KAU SUDAH SELESAI BERKENCAN DENGAN COKLAT SEKSI MU?” wisteria berteriak membuat aviera kaget dan terloncat dari duduknya. “Ap-ap-apa ra? Kau membuat ku kaget dan hampir saja coklat seksi ini berciuman dengan lantai” aviera menjawab kesal karena sahabatnya ini sangat suka sekali mengagetkannya. “Ini sudah jam berapa aviera, ayok kita berangkat” Saat turun ke lantai bawah, aviera memincingkan mata kepada wisteria kenapa dua kodok ini ikut bersama mereka. “Santai saja vier, kau tau percuma kita sembunyi dari kedua anjing kecil ini toh mereka sudah mengetahui duluan karena saat aku mengatakan kepada mu tadi malam mereka sudah mendengarkan semua. Bagaimana dengan urusan kantor tercinta mu?” wisteria bertanya karena ia sangat hafal kelakuan sahabatnya ini sangat gila kerja. “Urusan pekerjaan nanti saja di bahas, sekarang kita lebih baik ketempat harry sebelum kita di kejar kelelawar menjengkelkan yang minta supaya aku mememilaharanya karena ia begitu terobsesi dengan smith anjing kesayangan ku” jawab samuel yang mulai kesal ketika mengingat kelelawar di tempat harry memintanya untuk di adopsi walaupun kelelawar tersebut sangat lah cantik dan imut bahkan smith menyayangi kelelawar tersebut tapi samuel masih malas untuk menambah hewan peliharaannya. “Hahahaha, baiklah, ku harap jeslin tidak bertemu dengan mu sam” jawab aviera sambil tertawa.     Sesampainya di tempat harry, mereka disambut oleh ibu nya harry “bagaimana kabar kalian semua? Apa kau tidak bertemu jeslin sam” goda ibu harry kepada samuel “Bu, sudahlah jangan menggoda samuel dengan jeslin yang ada nanti samuel phobia dengan kelelawar hahahaha” jawab harry sambil tertawa karena melihat samuel yang memasang wajah ngambek. “Ayok masuk, atau kalian mau di luar menggantikan tugas patung di sini” ibu harry terus bercanda dengan ke empat teman sekaligus mate anaknya.     Wisteria menjelaskan semua maksud tujuannya kesini karena merasa ada yang jangal dengan sahabat nya ini. “Kemarikan tangan mu nak” ibu harry meminta aviera memberikan tangannya untuk melihat kenapa aviera memiliki potensi begitu kuat di dalam dirinya.     Seketika ibu harry tegang melihat kehidupan sebelum terjadi kematian ayahnya dan kehidupan masa yang akan datang. “Vier, kau sudah mengetahui siapa ayah dan ibu mu yang sebenarnya?” tanya ibu harry lembut tapi tetap dengan nada khawatir. “Mereka hanya manusia biasa bu, ada apa kenapa ibu tegang?” aviera bingung kenapa ibu dari mate sahabatnya ini begitu tegang. Ibu harry pun menarik nafas lalu menghembuskan nya secara perlahan. “Vier, berjanjilah jangan kaget ketika ku beritahu yang sebenarnya tentang mu bahkan tentang keluarga serta siapa pembunuh ayah mu” ucap ibu harry lembut. “Ada apa bu kenapa ibu begitu gusar dan tegang ketika ibu melihat kehidupan aviera?” tanya nobert yang bingung melihat ekspresi wajah ibu sahabatnya ini. “Haaah, baiklah vier, berjanjilah kepada ibu nak” “Baiklah aku berjanji bu” aviera pun berjanji dengan keyakinan yang kuat.     Ibu harry pun menjelaskan semua tanpa di kurangi maupun di lebihkan bahwa kenyataannya adalah aviera ratu kegelapan pengganti ibu nya. Dan ayahnya adalah keturunan lucifer yang di incar darahnya oleh seluruh kaum. Saat kematian ayahnya pun yang membunuh ayahnya adalah kerabat jauh wisteria yang juga membunuh orangtua wisteria. Semua yang mendengar pun melihat ke arah aviera dan wisteria semua merasakan apa yang kedua perempuan itu rasakan. “Sebaiknya kalian cepat pulang, ibu mu hanya sendiri jaga ia jangan sampai kejadian sepuluh tahun yang lalu terulang lagi vier. Soal kekuatan mu, ia sudah aktif saat kau bertemu wisteria pertama kali” titah ibu harry mutlak karena perasaannya tidak enak mengingat sahabatnya entah mengapa perasaannya mengatakan akan terjadi hal buruk.
Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD