“Baiklah bu, kami pulang ya bu lagi pula sudah sore dan kami juga harus pulang karena ibu sudah meminta ku sama nobert untuk segera pulang” samuel pamit kepada ibunya harry karena perasaannya tidak enak setelah mendengar apa yang sudah dikatakan oleh ibu harry.
Sesampainya dirumah aviera, mereka duduk di sofa kamar aviera sambil membahas tentang rencana mereka membalas pembunuh ayah aviera dan kedua orang tua wisteria.
“Jadi bagaimana, kapan kita memulai rencana pembalasan? Atau langsung saja kita kerumahnya aku sudah tidak sabar untuk memenggal kepalanya itu k*****t” tanya wisteria sudah emosi.
“Sabar dulu elah, sana ambil darah di kulkas biar adem tuh kepala” kepala wisteria di jitak sama aviera karena geram sama sahabatnya yang memiliki sifat tidak sabaran ini. “Untung sahabat kalau gak udah gue buang lu ke segitiga bermuda” umpat aviera dalam hati karena kesabarannya sudah habis.
“Buang aja gue ke segitiga bermuda kalo lu mau tapi lu gak bakal nemu sahabat secantik dan seimut gue vier” di balas wisteria dengan nada songong.
“Dah dah jangan debat lu bedua, kita pamit ye vier mau pulang dari pada bunda ngamuk karena kita bedua belum ada pulang” samuel melerai perdebatan kedua temannya.
“Ye, tiati lu bedua perasaan gue gak enak” aviera bercanda sama sahabat kembarnya ini.
“Yeee bambang jahat banget lu jadi temen” nobert ngambek karena aviera masih sempat sempatnya becanda disaat situasi seperti ini.
Mereka berdua pun ke bawah menemui ibu aviera yang sedang menangis saat nonton film.
“Bu, kita bedua pamit ya mau pulang daripada nanti ini rumah di hambur bunda lebih baik kita pulang. Udah dong bu jangan nangis itu cuman film ih, lagian itu cuman settingan bu” samuel pamit sambil ngomel karena sahabat bundanya ini sangat suka nangis kalau lagi nonton film seperti ini.
“Yasudah hati-hati kalian berdua, oh ya ini ada cake untuk bunda kalian” ibu aviera memberikan cake yang sudah di taruh kedalam tempat cake.
“Dah bu, jaga kesehatan nanti kami datang lagi ya bu” saat mereka sudah di depan pintu rumah aviera dan pergi untuk pulang ke rumah mereka.
Sesampainya di rumah mereka, cecilia mendatangi mereka “hai kakak kembar ku, dari rumah kak vier ya? Waaaaah, ini pasti cake kesukaan ku yang di buat ibu untuk kan? Dah sana temuin bunda di taman” cecilia pun merebut cake yang di kasih oleh ibu aviera dari tangan nobert.
“Heh, bocah itu cake buat bunda bukan buat elu” samuel pun mengambil lagi cake yang ada di tangan adik cantiknya.
“BUNDAAAAAAAA, KAK SAM NGEREBUT CAKE CECIL” teriak cecilia melapor kepada bunda mereka.
“Kalian ini sudah, cecil ini rumah bukan goa gak osah teriak bunda denger” bunda mereka pun menjewer telinga samuel dan cecilia karena kesal kedua anaknya ini tidak pernah akur.
“Bund, itu cake buat bunda tapi direbut sama cecil” samuel membela diri karena ia berhasil menjaili adik perempuannya ini.
“Hoooh, jadi ini dari gloria, waaah. Eits, sebentar ini ada kertas yuk kita baca di sofa” bunda pun mengajak ketiga anaknya duduk di sofa sambil membaca isi kertas itu.
Hai rina, ini cake kesukaan cecilia. Aku sudah menebak pasti ketiga anak mu akan berebut cake ini kan aku sudah membuat tiga cake berbeda sesuai kesukaan mereka. Dan kertas yang satunya tolong kau baca dengan suami mu karena itu surat bersifat rahasia.
Tertanda gloria.
Itu lah isi pesan dari kertas yang berada di atas kotak cake itu.
“Baiklah anak-anak ku yang ganteng dan cantik ini cake nya ada tiga silahkan kalian dan bunda akan bertemu dengan ayah kalian dulu karena bunda harus menyampaikan pesan dari ibu kalian, jika tidak ibu kalian itu akan menghabisi bunda” bunda rina pun pergi meninggalkan ketiga anaknya yang sudah akur sambil memakan cake kesukaan mereka bertiga.
“Ada apa sayang, kenapa kau begitu gelisah dan terburu-buru sampai keruang kerja ku. Apakah ada hal buruk terjadi?” tanya suaminya rina karena merasa bingung dengan tingkah istrinya ini.
“Gloria memberikan surat ini yang di selipkan di antara cake untuk ketiga anak kita sayang dan menyuruh kita untuk membacanya. Perasaan ku tidak enak karena kata gloria isi surat ini rahasia” rina menjawab sambil berfikir ada apa dengan sahabatnya itu sampai memberikan surat yang bersifat rahasia.
Hai sahabat ku yang ku sayangi.
Sudah berlalu sepuluh tahun suami ku tewas. Aku sudah mengetahui anak-anak sudah menyiapkan rencana untuk membalaskan dendam mereka dan juga mereka sudah mengetahui jati diri aviera sebagai ratu kegelapan.
Ku harap kalian semua berkumpul di istana ku, karena sudah tidak ada waktu lagi untuk kita berdiam diri.
Ku tunggu kalian besok pagi di istana ku.
Kita akan membahas semuanya, dan biarkan cecilia juga ikut andil karena cecilia memiliki bakat strategi peperangan.
Tertanda, Gloria.
Rina dan dimas pun saling berpandangan dan mengangguk setuju untuk permintaan dari sahabat mereka.
“Bert, tolong kumpulkan kedua adik mu sekarang dan suruh ke ruang kerja ayah sekarang !” perintah ayah mereka melalui telepati meminta anaknya untuk berkumpul diruang kerjanya.
Setelah mereka bertiga berkumpul, ketiga adik kakak itu saling memandang dengan bingung kenapa ayahnya mereka tumben sekali meminta mereka untuk berkumpul.
“Ya, ayah tau kalian bingung kenapa ayah dan bunda meminta kalian berkumpul. Besok subuh kita akan ke istana kegelapan untuk bertemu dengan ibunya aviera” jelas ayah mereka dengan singkat untuk menjawab kebingungan ketiga anaknya.
“Ada apa dengan ibu yah, kenapa kita ke istana kegelapan bukankah raja kegelapan tidak diketahui hilang kemana?” cecilia bertanya kepada ayahnya karena merasa bingung kenapa harus ke istana kegelapan dan kenapa ibu kak aviera ada disana? Entahlah, cecilia mengendikkan bahu nya tanda acuh dengan kebingungan nya sendiri.
“Hahahaha, cecil, kau membuat ayah dan bunda hahaha mau hah hahaha tertawa” ayah dan bunda mereka tertawa karena ternyata putri mereka saja yang tidak tau fakta bahwa gloria dan suami nya adalah pemimpin kerajaan kegelapan.
“Hahahaha, dek, sini kakak kasih tau” samuel ikut tertawa karena adiknya benar benar tidak tau fakta bahwa kakak idola nya cecilia adalah ratu kegelapan berikunya yang akan menggantikan posisi kedua orangtuanya.
“Baiklah, jelaskan kak ku yang tampan” cecilia masih acuh karena semua orang masih tertawa karena pertanyaannya tadi.
“Cecil, adikku, aviera adalah ratu kegelapan berikutnya. Dari sini kau pasti tau kalau kakak idola mu itu keturunan dari raja kegelapan yang menghilang itu” jawab samuel masih tertawa karena melihat adiknya cengo setelah tau fakta bahwa aviera adalah ratu kegelapan.
“Hah, ratu kegelapan !?” cecilia cengo karena kaget mengetahui fakta tersebut.
“Yasudah kalian bersiaplah, nanti subuh kita sudah harus menempuh perjalanan kesana” perintah bunda mereka.
Saat subuh mereka sudah bersiap untuk menuju ke istana kegelapan. Di tempat lain, terlihat aviera bengong melihat betapa indahnya istana yang di pimpin ayahnya.
“Bu, vier dari tadi bengong mulu ngeliat istana ibu dan ayah tuh” wisteria gemas dengan sahabatnya yang masih memasang wajah bengong ngeliat istana yang akan dia pimpin.
“KAK RIAAAAAAA, VAMPIR CANTIK CECIL DATANG” cecilia berteriak karena melihat wisteria yang selalu cantik dan memeluk vampir yang sangat baik dan cantik ini.
“Cecil, lu sudah duapuluh tahun jangan teriak kayak bocah” wisteria menggosok gosok telinga nya yang sakit karena mendengar teriakan gadis serigala ini.
“Hehehe, apa kakak masih berburu atau kakak sudah berhenti berburu darah karena mate kakak posesiv? Andai saja aku sudah bertemm-mu, heh, sebentar sebentar kenapa aku mencium ada aroma blueberry bercampur aroma musk yang menenangkan ?” cecilia tampak celingak celinguk mencari dari mana arah aroma ini berasal dan sampai lah cecilia melihat pemuda tampan menatap cecilia dingin.
“Kabar gue baik, jangan bilang lu mate nya sepupu vier lagi?” wisteria bingung kenapa cecilia bisa bertemu matenya dengan cepat padahal ia sendiri bertemu matenya saat usianya sudah duapuluh satu, entahlah wisteria mengedikkan bahunya tanda tidak perduli.
“Lu, mate gue! Ikut gue !” anton menarik cecilia untuk mengikutinya ke taman istana.
“Loh, ria, cecil sama anton mana ?” gloria bertanya kepada wisteria.
“Mereka kan mate bu, biarkan mereka menghabiskan waktu mereka sebelum memulai rencana pembalasan” wisteria menjawab santai sambil berjalan ke arah dapur meminta maid mengambilkan darah rusa kesukaannya.
“Glo, cecil kemana?” tanya rina kepada sahabatnya itu.
“Mereka sudah bertemu rin” gloria menjawab singkat
“Maksudnya apa glo?” dimas bingung kenapa sahabatnya berbicara singkat tentang bertemu tapi siapa mereka ? tanya dimas dalam hati.
“ANAK LU UDAH KETEMU MATENYA PEA, JADI ORANGTUA PEKA KALO ANAKNYA UDAH KETEMU MATE AELAH” gloria kesal karena sahabatnya ini tidak menyadari kalau putri mereka sudah bertemu matenya.
“Oh, sudah bertemu matenya. HAH? APA? CECILIA SUDAH BERTEMU MATENYA KENAPA CEPAT SEKALI?” rina dan dimas syok mengetahui putrinya sudah bertemu matenya dengan sangat cepat.
“IYE” gloria yang masih kesal dengan kedua sahabatnya lalu meninggalkan sahabatnya ke dapur.
“Intan, tolong berikan aku choco forest” minta gloria kepada maid istananya.
“Ini ratu, ratu kenapa kesal apa mau saya belikan pizza di dunia manusia” tanya intan salah satu maid yang sudah ikut dengan gloria saat mereka masih menjadi anak-anak hinga mereka sudah berusia empat puluh tahun saat ini.
“Lu ini ya, sudah gue sering bilang jangan panggil gue ratu, lu adek gue ntan dan juga lu mata-mata untuk keamanan istana ngapain juga lu masih betah dengan kerja sampingan lu jadi maid aelah udah lu siap-siap gih gak lama anaknya siska akan mengadakan acara pertunangan anton dengan cecilia”
“Wait, pertanyaan gue gak lu jawab glo, lu mau pizza gak ?” intan masih menahan kesal karena sahabatnya ini adalah ratunya juga.
“Ngapain elu yang pergi, suruh maid yang lain aja. Lagian lu belum nemu laki-laki manapun, betah banget ngejomblo?” gloria bertanya pada intan karena mengingat sahabatnya ini sangat gila bekerjadan saat tau matenya mati intan sangatlah kuat.
“MAU GAK LU PIZZA GUE LAGI PENGEN KE DUNIA MANUSIA SEKALIAN GUE MAU LIAT PRUSAHAAN GUE GIMANA” intan sudah kesal karena sahabat sekaligus ratunya ini tidak berubah masih saja hobi menjaili nya.
“Yaudah gue mau, lu tau aja kan pizza favorit gue gimana, jangan lupakan sekretaris lu yang cakep tolong diamankan ye sebelum gue embat” gloria menggoda intan sambil menahan ketawa karena melihat sahabat sekaligus adiknya sudah kesal karena berhasil dia jaili.
“Ambil aja, kalau lo mau gue jodohin aja elu sama dia ye” intan pun balas menjaili gloria, satu sama kita glo hahaha.
“Gue lebih doyan sama albert ceo prusahaan yang bekerjasama sama prusahaan aviera” gloria menjawab asal sambil meminum choco forest kesukaannya.
“Aelah, mentang lu cantik awet muda semua aja lu mau embat tapi giliran sudah dekat gak lu balas, bersyukur gue punya ponakan gak nurunin sifat badgirl elu glo, nasib aja lu ratu kalo gak dah gue lempar lu ke kandang harimau. Oiya vier mana glo?” intan melaknat sahabatnya itu.
“Paling dikamarnya sambil ngecek prusahaannya” jawab gloria sambil minum choco forestnya sampai habis.
“Ya udah gue pergi dulu glo, bye” intan pun pergi meninggalkan gloria di dapur.
Saat melewati ruang keluarga intan melihat kedua sahabat gila nya rina dan dimas. “hei, lama tidak berjumpa duo serigala gila” intan menyapa sambil melaknat sahabatnya.
“Sayang, kayaknya ada yang ngomong tapi siapa ya?” tanya dimas kepada istrinya sambil tersenyum mengejek kepada intan sahabatnya.
“Iya ya, tadi ada yang ngomong tapi gak keliatan siapa” balas rina kepada dimas suaminya.
“Ckkk, gue disini, duo sweet” intan pun mencebik karena dua sahabatnya ini menjaili nya.
“Hahaha, apakabar ntan? Lu mau kemana? Prusahaan? Masih betah sendiri? Tuh sekretaris lu ngapa gak lu embat aja sih atau albert aja deh lu embat mayan kalian cocok” rina menyapa sekaligus mencoba menjodohkan sahabatnya yang masih setia menjomblo.
“Mau berburu kadal gue” jawab intan sebal karena rina sudah mengetahui ia akan ke prusahaan tapi masih juga ditanya mau kemana dan ya intan begitu bosan semua orang yang di temuinya berusaha menjodohkan ia dengan siapapun asal ia tidak menjomblo lagi.
“Yeee, ngambek, gimana? Lu mau gak?” tanya rina berbarengan sama dimas kepada intan.
“Heuuu, gimana apa nya? Jangan bilang kalian mau jodohkan gue? Gak gak gak gue gak mau dan masih betah jomblo. Dah gue mau ke prusahaan” intan pun mengabaikan duo serigala yang menjadi sahabatnya, pergi melalui portal dimensi untuk ke prusahaannya.
“Kasihan intan masih betah menjomblo” gloria datang dengan memakan apel dengan cueknya.
“Ya elu juga jomblo glo” rina pun menjitak kepala gloria karena kesal.
“Jadi, kapan kita bahas soal pembalasaan itu?” dimas bertanya memastikan kapan rencana mereka akan di realisasikan sekaligus menenangkan sahabat dan istrinya untuk tidak berdebat lagi.
“JANGAN LUPAKAN RIA DAN CECIL HARUS IKUT DALAM PEMBAHASAN INI BU” entah kapan kedua anak ini datang dan selalu saja mereka berteriak.
“Nanti malam kita akan berkumpul untuk membahas strategi ini” aviera menjawab dengan santai dan seketika hawa di ruang keluarga ini berubah dingin setelah aviera menjawab dan pergi untuk mengambil vodka nya.
“Kenapa aku merasakan ada aura vampir lain selain aura ria disini” rina berbicara dan semuanya mengangguk menyetujui ucapan rina.
“Biarkan vampir itu masuk penjaga” aviera datang dengan gelas berisi vodka kesukaannya.
Semua melihat wisteria dengan mata berwarna merah tersenyum sambil berkata “untuk apa kau datang axel? Apa mereka sudah tidak menganggap kau sebagai raja mereka wahai kakak ku?” wisteria bertanya karena kakak nya yang dulu ikut menyiksa dan membuangnya dari kerajaan tiba-tiba datang.
“Ria, diam, biar kita mendengar maksud tujuannya kesini” gloria meminta wisteria diam untuk mendengar apa tujuan dari kakak wisteria datang ke sini.
“Aku akan ikut dalam misi kalian untuk membalas dendam mu vier, dan juga kau pasti tau maksud ku vier, kau mate ku. Soal itu ria aku meminta maaf dan sebagai permintaan maaf ku aku akan membantu misi kalian” axel menjelaskan tujuannya.
“Baiklah, kau boleh bergabung dalam misi. Tapi aku ingin kau mereject ku seagai mate karena aku tidak sudi memiliki mate berhati iblis yang dengan teganya menyakiti bahkan membuang adiknya sendiri” aviera menjawab tanpa ekspresi.
“Ap-ap-appaa kau yakin vier untuk mereject nya sebagai mate mu?” tanya bunda rina
“Ya, aku sangat yakin” aviera menjawab dengan yakin masih dengan tanpa ekspresi.
Axel hanya bisa tersenyum kecut setelah mengetahui matenya tidak menginginkannya sebgaia pasangan mate.