Tak ada yang mudah dengan menghadapi masa lalu, tak ada yang mudah membuat dirimu bisa menerima masa lalu itu ketika semuanya terasa mengerikan. Dan bagi Sani sendiri, dirinya ada pada titik itu. Titik di mana alam bawah sadarnya sendiri takut untuk mengakuinya, takut untuk mengingatnya, takut untuk melepaskannya, dan takut untuk menghadapinya. Terlebih ketika dia harus menghadapinya sendiri. Tanpa Ibu yang hanya dapat menatap pilu kepergiannya namun tidak bisa mencegah. Tanpa Kak Gita yang senantiasa menemani ketika semua ketakutan itu mencapai puncaknya. Dan lagi tanpa Asta yang setia menggenggam tangannya seberapa pun menyakitkannya itu. Di negeri asing tanpa seorang pun yang Sani kenal dia memutuskan menghadapi semuanya. Meski sekilas terlihat seperti Sani yang melarikan diri, nyatan

