Via merenungkan kesehariannya selama berkuliah, sedikit merasa bosan, karena sibuk dengan dunia perkuliahan yang padat, Via berniat 2 tahun harus lulus sehingga dia harus merelakan waktu – waktu untuk bermain dengan fokus belajar, Via enggak begitu dekat dengan teman, semenjak dia pernah di bully semasa kecil Via memiliki trauma yang membuatnya tidak percaya pertemanan, tapi dia tidak punya musuh atau lawan Via sangat humble dan friendly sama semua orang dan sedikit insecure. Padahal setiap orang yang melihatnya orang terpana sama wajah oriental yang manis dan tubuh juga d**a nya yang seksi seakan menjadi tampilan komplit buat menjulukin dia wanita seksi, tapi ya begitu, Via tidak pernah percaya diri, kecuali saat dia menari.
Saddam, waktu bertemu dia sangat susah. Seakan di telan bumi sudah 3 x mata kuliah seni teater enggak pernah nongol batang hidungnya. Via sedikit sedih dan kecarian banget hanya saja Via gengsi untuk menghubunginya. Terakhir kali telepon dia yang angkat malah Sarah cewe seksi yang jadi rebutan laki – laki di kampus, bayangi saja Hp Saddam di tangan tuh cewek dan mereka di dorm nya Saddam. Perasaan Via kayak di campakkan tapi enggak bisa marah karena yaahh Saddam kan hanya sahabat dia bukan ke kasihnya. Oke lamunan ini sudah sangat mengganggu pikiran Via, perkuliahan hanya sisa 2 minggu lagi sebelum liburan musim panas.
Via berpikir apa dirinya part time saja ya selama liburan lumayan juga kan buat nambah – nambah uang jajan. Boleh juga itu, di ambilnya laptopnya mulai mencari lowongan kerja part time di google. Sambil mencari mencari lowongan pekerjaan yang cocok Via juga harus cari yang letaknya tidak begitu jauh dari tempat tinggalnya. Ya maklum saja Via hanya menggunakan bus umum dan sekedar berjalan kaki. Jadi dia harus cari tempat yang tidak begitu jauh dari bus dan berjalan kaki.
‘ nah ketemu juga lowongan paruh waktu di restoran Indonesia. Boleh juga nieh setidaknya bisa mengobati rasa kangen sama Indonesia, biasanya yang sering makan kebanyakan komunitas orang Indonesia, kali saja aku bakal dapat pengalaman baru’
Via memulai menulis CV dan mengirimnya melalui email.
‘semoga saja aku di terima, wish me luck’ . Dilihatnya jam menunjukkan pukul 12 siang, teringat kalau ada kelas sastra hari ini, dengan malas dia bangkit dari kasurnya dan mulai bersiap untuk berangkat ke kampus yang berada di seberang bangunan dormnya.
*******
Rasanya bosan sekali perkuliahan hari ini, Via hanya menatap kosong ke arah Mr Frank dosen sastranya yang dengan serius membagikan ilmu nya, tapi Via malah termenung dengan tatapan kosong. Sudah 1 jam 20 menit Mr Frank menjelaskan teori nya sebelum dia keluar kelas, menginfo kan tugas yang sebelum libur minggu depan harus sudah terkumpul.
“Deze opdracht moet uiterlijk volgende week voor de zomervakantie zijn ingeleverd. Jij begrijpt het ?”*
“tugas kalian harus di kumpulkan selambat lambatnya minggu depan, sebelum liburan panas, mengerti”
Setelah serempak menjawab. Kelas bubar dengan tujuan masing – masing. Via sendiri menuju kantin merasakan sedikit haus selama kuliah tadi. Baru sampai di depan kantin Via terkejut melihat Saddam yang duduk di atas meja kantin yang berada di pojokkan kafe mengarah ke taman, Via yang tadinya senang mendadak menahan jantungnya yang seakan ingin copot karena apa syok dengan apa yang ia lihat. ‘ Saddam berani nya kau berciuman mesra dengan Sarah di area kampus, apa enggak kamu fikirkan perasaan ku’ dalam hati Via sangat hancur, niatnya haus malah menjadi sakit dan emosi.
‘Eh kenapa aku!!! Kenapa aku harus marah, Viaa kau bukan siapa – siapa nya, tidak ada hak mu untuk marah, sekarang kau balikkan badan mu dan tetap pada tujuan awal mu beli minum !!!’ menguatkan hati nya untuk tetap menuju kantin dan kemudian pulang. Via berjalan ke arah vending machines kemudian memasukkan uang dan memilih air mineral. Saddam yang melihat sahabatnya sedang berdiri tidak jauh dari ia duduk langsung mendekati Via.
“ Hei .. Via hayo lagi apa” mengagetkan sekali bagi Via. Yang berusaha untuk tidak menghiraukan Saddam, malah anak ini menghampirinya.
“Astagaaa kau mengagetkan ku!!!”
“Ha.. Haa. . Haa.... Makanya jangan sambil bengong! Oh ya sudah lama aku tidak melihat mu, kangen enggak sama aku?”
‘Sumpaah nieh orang enggak mikirin perasaan aku apa ya! Seenaknya nanya kangen apa enggak tapi malah berciuman dengan gadis lain, sialan!’
“ Hah kangen kamu! Buat apa orang kamu bukan siapa – siapa aku, wweeekk, sudah ah simpan gombalan mu buat perempuan – perempuan itu, aku enggak mempan”
“ Enggak mempan kok ada nada cemburu, yeaayy kamu cemburu kan sama kedekatan ku dengan Sarah”
‘cemburuu kauu tanyaaa iyaaa akuuu cemburuu, gilaaa aku sangat cemburrru kamprettt’
“ Hah cemburu sama cewek kayak gitu, gak level yaa, lagian kan kamu itu Cuma sahabat aku bukan kekasih ku jadi buat apa aku cemburu!”
“sudah ah Sadd. Tuh cewek mu sudah menatap sinis ke padaku, aku enggak mau dia berpikiran enggak – enggak tentang ku, aku duluan yaa!” Via berusaha menjauh dari Saddam dan memang muka nya Sarah sudah membuat dirinya tidak nyaman. Saddam yang merasa Via menjauh sejak dirinya dekat dengan seorang gadis membuat dirinya tidak puas dengan jawaban Via.
Dibalikkan wajahnya ke arah Sarah seakan memberi kode kepada Sarah untuk menunggu sebentar disitu, dan dia pergi mengikuti Olivia.
“Via.. Tunggu sebentar aku belum selesai dengan mu!” teriakkan Saddam yang menggema membuat orang – orang termasuk Via kaget dan menoleh ke arahnya. Sambil berlari kecil menuju ke arah Via.
“Ada apa sih Sadd!!! Teriak teriak bikin malu saja kamu!” Via yang emosi karena menahan hatinya yang sakit dan juga malu karena sempat beberapa detik di lihatin oleh orang – orang yang sekarang mulai kembali pada kesibukan masing – masing.
“Kamu marah Via dengan ku? Maafkan aku sudah lama tak berhubungan dengan mu dan maaf aku lupa mengenalkan mu dengan Sarah, dia teman baru di kelas ku”
“ Jadi kamu datangin aku Cuma mau bilang itu doank!!! Penting banget sihh Sadd, kayak aku enggak ada kesibukkan saja kamu buat”
“Tuhkan Via ku yang dulu sekarang marahan mulu, sudah lama tak bertemu kenapa kamu marah – marah sih pasti ada hal yang membuat mu kesal dengan ku kan?”
“Enggak ada, aku lelah saja karena banyak kegiatan yang harus aku ikuti dan perkuliahan yang padat. Jadi kamu santai saja, oh ya buat hubungan mu dengan Sarah selamat ya” senyum asem yang terpaksa Via keluarkan untuk Saddam, membuat Saddam gemas dan mecubit pipi Via.
“Sakit Saddd!!!! Apaan siiih cubit cubit!!!”
“lagian gemes banget sama kamu kalo lagi ngomel! Hari Sabtu aku main ke kamar mu yaa, banyak yang ingin aku ceritakan”
“ ga usah Sad, bisa Via chat saja, aku sibuk banget, sorry yaa, kalau sudah enggak ada yang mau di bicarakan aku mau balik ke kamar ku, byeeee Sadd” Via yang langsung berlari meninggalkan Saddam yang kaget juga kecewa karena jawaban Via yang menolak kehadirannya.
‘Vi kamu kenapa ya, terlihat kau menghindari ku, aku tau aku salah sudah lama tak berhubungan dengan mu, tapi asal kau tau aku menghindari mu karena perasaan ku pada mu yang mulai tumbuh, tapi sepertinya ini malah membuat jarak antara aku dan dirimu’ di dalam batin Saddam merasa sedih karena baru ini dia melakukan hal gila. Sarah itu bukan kekasihnya tapi Sarah yang mendekati dirinya. Dan ciuman tadi bukan Saddam yang mencium Sarah, tapi Sarah yang tiba – tiba langsung nyosor tanpa sepengetahuan Saddam. Tapi mau bagaimana Via tidak mau mendengar jawaban dari Saddam, malah memilih menghindar darinya.
*******
Sesampainya di kamar di tenggelamkannya wajahnya ke bantal yang terbuat dari bulu angsa yang lembut dan nyaman, seketika bantal yang empuk itu basah karena air mata Via yang sudah tak terbendung sedari tadi.
‘Gila si m***m itu apa dia g mikirin perasaan ku, berciuman seenaknya di depan umum terus dengan enaknya datangi aku menggoda hati ku terakhir malah bilang mau menceritakan kesehariannya di kamar ku !!!!!!! Gilllllaaaaaaa Kaauuuuuu Sadddammmm meeeesummmmm!!!!!!!’ sesaat hati Via merasa sakit dan tidak lama terdengar suara chat yang mengalihkan kesedihannya.
Beep... Beeep.. Beeep
‘selamat siang nona Olivia , saya dari restoran Indonesia, kami menerima lamaran pekerjaan anda, bisakah mulai senin depan bekerja ?’
“ Alhamdulillah akhirnyaaa musim panas punya kesibukan juga” ucap syukur Via.
‘ Selamat siang, sebelumnya terima kasih karena sudah menerima saya, baik senin depan saya mulai bekerja’
Di balasnya pesan dari restoran kemudian ia beranjak ke kamar mandi, Via ingin sedikit lebih fresh setelah membaca pesan, ia seakan melupakan sedikit rasa kecewanya melihat Saddam dan Sarah.