23. Pelukan Terakhir

2340 Words

Apa yang aku lakukan? Entah. Aku juga tidak paham. John menghubungiku pagi pukul lima. Bahkan ayam di alarm ku belum berbunyi. Aku hanya membuka mata yang sangat berat. Mataku sembab. Semalam ketika Mama datang ke kamar ku, beliau melihatku tengah menangis dalam tidur. Katanya aku sulit sekali dibangunkan. Aku menangis begitu memilukan. Bahkan Mama memukul pelan pipi ku agar aku terbangun. Dan ketika membuka mata, aku tidak tahu apapun. Aku hanya senang mendapati Mama di depanku. Aku memeluknya erat. Aku lupa bermimpi apa tapi terasa sangat nyata. Menyayat hati. Maka ketika John mengabari dengan tergesa bahwa ibu Aron berpulang ke pangkuan Tuhan, aku harap itu adalah sebagian dari mimpi burukku. "Buat apa gue bohong?" John menyahut jengah. Frustasi di saat bersamaan. "Intinya Lo ke s

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD