Dengan langkah tanpa suara, cowok itu memutar gunting di sakunya. Bersiul di sepanjang koridor. Beberapa siswa yang melintasinya menyapa hangat. Cowok itu tetap bersiul, melambaikan tangan sebagai jawaban. Jaket tudung yang ia pakai terkena rintik salju. Beberapa juga terjatuh di rambutnya. Membuat ia mendesak dan menatap marah ke langit. Menghardiknya seolah salju adalah kesialan. Sampai di tempat parkir, bola matanya beredar ke seluruh penjuru area. Menyisir satu per satu sepeda, mengamatinya dengan seksama. Cowok itu tersenyum simpul setelahnya, mengulum bibir. Dia menemukan 'sepedanya'. Masih mengamati sekitar, cowok itu memastikan bahwa area ini lengang. Tentu saja, dia satu-satunya yang membolos di tengah jam pelajaran. Sementara jemarinya sibuk meremat gunting di saku. Jake men

