“Sinta di mana, Dek? Sudah enakkan atau belum? Mas bawakan alat pengecek kehamilannya ini,” ujar Dimas seraya meletakkan kantong plastik kecil berwarna biru di atas meja. “Sinta tidur, Mas. Baru saja dia mau makan. Wajahnya juga sangat pucat. Nanti setelah dia bangun, biar Anisa lakukan pemeriksaan.” “Oh, iya sudah Dek. Semoga beneran hamil.” “Iya, Mas. “Kok rumah sepi, Dek? Ke mana ibu dan anak-anak? “Tidur siang Mas. Tidur di kamar ibu. Mas sudah makan atau belum? Kalau belum biar Anisa siapkan makan siangnya untuk Mas.” “Sudah makan di restoran tadi Dek. Sekalian menemani mereka makan juga. Kamu sudah makan atau belum, Dek?” “Sudah Mas bareng sama Sinta tadi.” Saat sedang asyik mengobrol, bel berbunyi tanda ada tamu yang datang. “Biar Mas saja Dek, kasihan kamu capek.” Dimas b

