BAB 26

1136 Words

“Makanlah, Nak! Nanti kamu sakit. Sudah dari kemarin perutmu belum terisi apa pun,” pinta bu Lina pada Sinta yang mengurung diri di kamar. “Sinta! Ayo buka pintunya! Kamu jangan seperti ini, Nak! Kasihan mendiang suami kamu tidak tenang nantinya.” Bu Lina masih terus berusaha membujuk anaknya, agar mau membuka pintu kamar yang terkunci rapat itu. Tidak ada sahutan sama sekali. Sinta justru menangis tersedu tanpa menyahuti ucapan sang ibu. “Sinta! Buka pintunya! Ingatlah, kamu sedang mengandung sekarang! Pikirkan calon bayimu, Nak!” Akhirnya bu Lina menyerah dan kembali ke ruang keluarga, di mana semua anak dan menantunya berada. “Bagaimana ini? Sinta sama sekali tidak mendengarkan Ibu. Ia enggan sekali keluar, dan membagi kesedihannya pada kita. Ibu khawatir sekali dengan kesehatan

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD