BAB 25

1063 Words

Suasana pemakaman Aldo sore itu, begitu memilukan. Sinta hanya bisa menangis tak berdaya mendapati pria yang sudah mendampinginya selama ini, sudah berada di dalam gundukan tanah merah tak bernyawa. Banyak yang merasa iba pada wanita muda yang penampilannya begitu semrawut, karena baru saja ditinggalkan suaminya untuk selamanya. Para pelayat satu persatu mulai meninggalkan area pemakaman, dan kini tersisa keluarga inti. “Kamu yang kuat, Dek! Ada calon anakmu di dalam kandunganmu yang mesti kamu syukuri. Aldo pergi meninggalkan janin di dalam rahimmu,” ujar Mita seraya memeluk Sinta yang sangat lemah tengah memeluk nisan mendiang suaminya. “Kalian yang sudah menyebabkan anakku meninggal. Dia begitu terburu-terburu pergi karena mengkhawatirkan Sinta, pada akhirnya ia renggut hidupnya sen

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD