Move On

1558 Words
Alexa berjalan menuntun sepedanya, tujuannya saat ini adalah lampu merah. Hanya di lampu merah dia bisa berjualan tanpa harus pergi kemana-mana. Mata Alexa melihat ke arah kampus yang sedang dilewatinya. Dia memandang mahasiswa yang sedang bercengkerama dan mempunyai kegiatan masing-masing. "Rasanya gue juga pengen kuliah. Tapi gue gak punya uang untuk bayar uang kuliah. Jangankan uang untuk kuliah, uang untuk makan aja gue gak punya," Alexa memandang iri pada mahasiswa yang bisa berkuliah. Mata Alexa menyipit saat melihat seseorang yang sepertinya tak asing baginya. "Itu siapa ya? Kayaknya gue kenal deh," Alexa memandang ke arah wanita itu. Tak lama kemudian, seorang lelaki datang dan langsung memeluk wanita itu dengan mesra. "Da-Daniel," ucap Alexa terbata-bata. Yang dilihat Alexa itu adalah Mawar, gebetan Daniel yang dikenalkan Daniel pada Alexa tempo lalu. Dan lelaki yang memeluk Mawar itu adalah Daniel. Mata Alexa bekaca-kaca. Rasanya masih sakit melihat Daniel dengan wanita lain. Padahal Alexa masih menjabat sebagai pacarnya. "Kenapa sih gue harus sakit hati terus kalau liat Daniel sama wanita lain? Rasanya gue ingin kuat dan berhati batu. Gue gak ingin jadi cewek lemah terus. Gue cuma ingin hidup bahagia, tanpa Daniel," Alexa mulai membuka fikirannya, dia tak ingin sedih berlarut-larut hanya karena Daniel seorang. "Masih banyak impian gue, gue gak mau hanya karena Daniel impian gue terhambat gitu aja. Sesuai nama gue, Alexa Jemia Queen Anderson, gue harus jadi ratu. Gue harus hidup senang dan kaya raya. Gue harus tetap cari kebahagiaan gue!!!" Alexa bertekad dengan kuat. "Permisi, mbak." Alexa langsung menoleh saat dirinya dipanggil oleh seseorang. "Ehh-- iya. Ada apa, pak?" tanya Alexa yang masih bingung. "Saya mau beli bunganya, mbak. Saya mau lima bunga mawar merah ya," lelaki itu tersenyum diakhir kalimatnya. Alexa menatap lelaki itu. Matanya tak berkedip sama sekali, mulutnya menganga lebar. "Astaga ... ini sugar daddy beneran? Ehh-- single daddy gitu kan? Sumpah ihh ... ganteng bener, ditambah pakai jas kerja kantoran jadi makin keren. Dan anaknya itu, anaknya sepertinya masih berumur 2 tahun, cute banget ihh. Woyy!!! Gue mau jadi binik lo woy!! Sugar daddy atau single daddy atau apalah itu! Yang penting lo tampan dan kaya raya!! Pinang adekk bangg!!!" Alexa berteriak girang dalam hati. "Hallo, mbak ...," lelaki itu menggoyang-goyangkan tangannya dihadapan Alexa. Alexa tersentak, dia langsung tersadar. "Ehh iya, mas-- ehh, pak," Alexa memejamkan matanya malu. "Iihh ... dasar mulut!! Gak bisa di kontrol banget sih!!" Alexa merutuki mulut lemesnya yang tak bisa dikontrol. Lelaki itu terkekeh pelan. "Duhh ... pegangin jantung adek, bang. Gila ihh ... senyumnya manis banget uyy," Alexa berteriak girang dalam hati. "Bunganya adakan, mbak?" tanya lelaki itu. "I-iya ada kok. Ini bunganya, pak," Alexa memberikan lima tangkai bunga mawar merah pada lelaki itu. Lelaki itu menerimanya, "Ini uangnya, mbak." Lelaki itu memberikan dua lembar uang ratusan ribu. "Ehh ... ini mah kebanyakan, pak. Bentar ya saya ambil kembalian dulu," Alexa merogoh saku celananya. "Enggak usah mbak, kembaliannya untuk mbak aja. Kalau gitu saya permisi ya mbak, terimakasih," lelaki itu langsung membawa mobilnya pergi, meninggalkan Alexa yang diam seperti patung. "Gak salah ini?" Alexa masih menatap bingung ke arah uang 200 ribu yang diberikan lelaki tadi. "Duhhh ... uda ganteng, kaya, hot, baik lagi. Jadi pengen dihalalin ihh ...," Alexa memekik kesenangan. "Daripada mikirin si Daniel mending gue mikirin nasib gue. Enak aja dia senang-senang, lah gue disini menderita. Lo harus move on, Alexa!! Cari yang baru!!" Alexa melompat-lompat kesenangan. "Yee ... yee ... yee ... yeee ... yee ... Alexa move on ... Alexa move on," Alexa bersorak gembira. "Ehh tapi--" Alexa berhenti melompat, wajahnya kembali ditekuk. "Tapi Daniel gak mau putus dari gue. Itu artinya Daniel masih pacar gue," wajah Alexa kusut, otaknya dan hatinya kembali mengkerut. "Ahhh tapi mana gue mau tau. Daniel aja gak mau tau kok, dia nganggap gue pacar, tapi dia gak pernah memperlakukan gue seperti pacarnya. Dan gue juga harus bisa seperti itu!" Alexa kembali bersemangat. "Iya!!! Gue harus bisa seperti itu!! Alexa, lo harus move on!! Walau status lo masih pacar Daniel, lo harus tetap berkelana demi mendapatkan harta dan tahta. Lo harus jadi ratu dari kekayaan sugar daddy yang masih kinyis-kinyis!! Lo harus cari lakik yang tampan dan tajir melintir!!" Alexa bertekad dengan kuat. "Hidup sugar daddy!!! Hidup cowok-cowok tampan dan tajir melintir!!! Hidupp!!! Alexa menanti mu menjadi suami!!" Alexa bersemangat. Dia tak boleh lemah lagi, sekarang waktu baginya untuk berkelana demi masa depan. Alexa tersenyum lebar, dia mengabaikan Daniel yang sedang mesra-mesraan dengan Mawar di halaman kampus. Alexa terus mendorong sepedanya dengan senyum lima jarinya. "Ya Allah, Alexa mohon, pertemukan lah Alexa dengan lelaki yang tampan, hot, dan tajir melintir. Alexa mau kehidupan Alexa berubah, Alexa mau jadi ratu Ya Allah. Kalau Alexa gak dapat yang lajang, single daddy juga mau kok, Ya Allah. Kata orang, duda itu lebih hot kharismanya. Biar Alexa semangat hidupnya. Alexa capek hidup susah Ya Allah. Aamiinn ...." Alexa berdoa dengan khusyuk, tekadnya move on dari Daniel sudah bulat. Alexa kembali melanjutkan menjual bunga-bunganya. Sepanjang jalan bibirnya tersenyum manis, matanya awas melihat target dan mangsa barunya. Alexa berfikir, walaupun panas-panasan, Alexa harus tetap cantik, biar ada lajang tajir atau duda hot jeletot yang mendekatinya. Dasar Alexa, low sekali otaknya. "Mampus lo, Daniel!! Liat aja kalau gue dapat gandengan baru, gue pamerin sama lo!!" Begini lah, walaupun belum menjadi mantan, dendam kesumat itu tetap ada di hati Alexa. Alexa berhenti di lampu merah, entah mengapa Alexa senang mangkal di lampu merah. Jika di lampu merah, Alexa tak perlu capek-capek untuk menggoes sepeda. Cukup menawarkan pada pengendara yang berhenti saja. "Uda lampu merah tuh, saatnya beraksi," Alexa merapikan rambutnya dan penampilannya. Diusahakannya untuk tampak tetap cantik dan seksi, agar para lelaki tampan nan kaya raya terjebak dalam pesonanya. "Yang mana dulu yang gue samperin ya," Alexa tampak memilih mobil yang akan didatanginya. "Nahh ... yang itu ajalah. Kelihatannya itu mobil mahal," Alexa mendatangi mobil mewah berwarna hitam. Tokk ... tokk ... tokk ... Alexa mengetuk kaca pintu mobil, lalu kaca mobil langsung terbuka. Menampilkan seorang lelaki tampan dengan seorang perempuan di sampingnya. "Duhh ... uda punya orang, mana mungkin gue rebut. Diliat dari lubang pipet juga cantikan dia kemana-mana," ujar Alexa dalam hati. "Pak, beli bunganya, pak. Untuk istrinya, bunganya masih segar-segar semua. Segar dan wangi, cocok menemani istri bapak yang cantik," mulut-mulut yang pandai marketing mulai muncul. Lelaki itu menoleh ke arah istrinya, "Kamu mau bunga yang mana, sayang?" tanya lelaki itu pada Alexa. "Aku mau yang bunga mawar, sayang. Mau mawar yang merah. Mau yang besar dan segar-segar," jawabnya dengan sangat manis. "Mbak, dengar kan kata istri saya barusan?" tanya lelaki itu langsung pada Alexa. Alexa tersenyum paksa, "Ehh iya pak, dengar kok. Bunganya ada, mau berapa?" tanya Alexa lagi. "Mau 3 aja," jawab istri lelaki itu dengan cepat. Mendengar jawaban dari wanita itu, Alexa langsung mengambilkan tiga bunga mawar merah yang segar dan wangi pada lelaki itu. "Oke, ini bunganya, pak." "Terimakasih, kembaliannya ambil aja," lelaki itu memberikan 1 lembar uang 100 ribuan. Lalu dengan cepat dia langsung menutup kaca mobilnya. Alexa pergi dari tempat itu dengan wajah kesalnya, "Iiih ..., kok ada istrinya sih? Yang single, atau duda hot jeletot apa gak ada, malas kalau berurusan sama istri orang. Nanti gelud terus," Alexa berjalan menuju mobil yang tepat berada dibelakang mobil itu. Tokkk ... tokkk ... tokk ... Alexa kembali mengetuk kaca pintu mobil. Tak lama kemudian, kaca pintu mobil pun terbuka. "Pak, beli bunganya, pak. Masih segar dan harum-har--" "Ehh bapak? Ketemu lagi sama bapak yang tadi. Kalau jod-" Alexa melotot, hampir saja mulutnya keceplosan. "Dasar mulut lemes, pantang kalau liat yang bening dikit," gerutu Alexa dalam hati. "Uda beli tadi ya kan, pak. Gak mungkin mau beli lagi. Kalau gitu saya pamit dulu ya pak-" "Saya mau beli, saya mau beli 5 lagi, samakan dengan yang tadi ya," ujar lelaki itu dengan cepat. Awalnya Alexa melongo tak percaya, tapi kemudian Alexa bersorak gembira. "Yeee ... akhirnya ada yang beli lagi." "Ini, pak," Alexa memberikan lima tangkai bunga mawar merah pada lelaki itu. Saat memberikan bunga, tangan Alexa langsung ditangkap oleh anak yang digendong lelaki itu sejak tadi. "Maa ... ma ...," ujarnya sedikit cadel. Alexa terkejut, hatinya benar-benar campur aduk sekarang. Belum apa-apa aja Alexa sudah dianggap mama oleh anaknya. "Ehh, maaf ya, mbak, anak saya emang suka gitu," lelaki itu menarik tangan anaknya dengan cepat. Alexa tersenyum lebar, "Gak apa-apa kok, pak. Lagi pula saya memang sangat suka dengan anak-anak," jawab Alexa sok manis. "Siapa nama kamu?" tanya lelaki itu pada Alexa. "Alexa, pak," jawab Alexa dengan senyum manisnya. "Ooh ... saya Gilang," Gilang memperkenalkan dirinya pada Alexa. "Nama kamu cantik, seperti orangnya," sambung Gilang kemudian. Deggg ... Jantung Alexa sepertinya sedang berpacu sangat cepat, entah mengapa firasatnya mengatakan kalau dia harus pepet terus lelaki ini. "Wahhh ... gombalan lo berpengaruh banget untuk jantung gue. Jantung gue rasanya benar-benar mau copot ini," pekik Alexa dalam hati. Lampu merah baru berubah menjadi lampu hijau, pertanda aktivitas kendaraan kembali jalan. "Sudah lampu hijau, Alexa, ini uangnya," Gilang memberikan dua lembar uang ratusan ribu pada Alexa. "Tapi ini leb-" "Saya duluan ya," belum selesai Alexa menyelesaikan ucapannya, Gilang sudah pergi meninggalkannya. Sebab sudah banyak mobil yang mengklaskson mobil Gilang. Alexa langsung lari ke tepi jalan. Alexa memandang uang dua ratus ribu itu, lalu kemudian Alexa melompat kegirangan. "Yeee!!! Gue dapat gebetan, yeyeyeyeye ...," Alexa bersorak gembira. "Akhirnya gue move on, yeyeyeye ... Alexa move on ...!" Alexa tak berhenti melompat-lompat kegirangan.
Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD