Keesokan hari setelah aku di jemput pulang dari rumah ayahku, kami menghabiskan waktu di rumah. Aku juga biarkan suamiku tidur sampai jauh siang, sampai aku selesai masak sambil mengawasi orang yang datang untuk membersihkan penthouse. “Kamu mau keluar gak?” tanyanya menjedaku yang menikmati pemandangan wajah bangun tidurnya. Gemes banget lihat rambutnya berantakan lengkap dengan celana piama dan kaos putih tipis yang pas di bodynya yang kekar. “Gak!!” jawabku gelagapan. “Kali kamu mau ke mall, aku takut kamu bosan” katanya lagi. Aku buru buru menggeleng. Waktu itukan aku baru mulai kerja di kantor suamiku, jadi aku menolak. “Kalo gitu, temenin aku kerja ya!!, aku mandi dulu” pamitnya bangkit. Aku buru buru mengangguk, lalu mupeng saat melihatnya santai buka kaosnya sambil beranjak

