57. Save

2748 Words

Akhirnya semua berjalan lancar untuk sebuah pernikahan yang tak di landasi rasa cinta, selain rasa saling kasihan. Aku dulu selalu merasa kasihan dengan suamiku yang selalu terlihat sibuk dengan pekerjaan tapi tetap selalu perhatian padaku dan ayahku. Tapi memang ada perubahan besar sih di antara kami. Kalo dulu aku sering melihatnya marah marah tidak jelas entah padaku, pada karyawan di kantornya, atau pada siapa pun yang bicara dengannya di telpon saat aku temani dia kerja di rumah, di hari hari selanjutnya dalam pernikahan kami, dia mulai bisa terlihat rileks. Kadang tertawa terbahak trus kalo berhasil menggangguku dengan menyuruhku macam macam. Sering terbahak juga kalo melihat aku marah marah karena kesal dengan permintaannya yang tidak masuk akal. “Kamu keluar sih, kemana gitu sama

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD