“Jadi kapan ketemunya?, tau tau nikah…siapa deh mas namanya?” tanya Hilda mewakili teman temanku yang jadi merubung kami. Aku meringis menatap suamiku yang tertawa. “Reno, Reno Saddam Isman, tapi panggil aja Reno” jawab suamiku. Aku tersenyum canggung menatap teman temanku lalu menatap suamiku yang terlihat santai. “MBA ya?, sampai nikah gak ngundang ngundang?” suara Ine. Aku terbelalak, walaupun suamiku tertawa lagi. “MBA?” tanya suamiku sambil menatapku. Aku sudah meringis lagi menatapnya sebelum tatapannya beralih pada teman temanku. “Iya, biasanya kalo nikah diam diam pasti tekdung duluan” jawab Ine masih saja julid. Aku menghela nafas, tapi aku rasakan remasan tangan suamiku dan membuatku menatapnya lagi. Dia tersenyum padaku lalu menatap teman temanku lagi. “Kalo hamil dul

