53. Drama Pernikahan

3068 Words

Saat hari pernikahanku tiba, aku sudah di make up dari jam 6 pagi. Sibuk sekali semua orang. Terutama  tante Asnun yang memang menginap di rumahku beberapa hari sebelum aku menikah. Kalo tante Tari baru datang malam hari sebelum hari H dan mulai ngomel pada ayahku. Apalagi kalo bukan soal suamiku yang tidak datang di acara pengajian yang di gelar di rumah. “Gimana sih Nan, punya calon mantu gak ada sopan santunnya sekali, mana Asnun bilang gak ada keluarganya di sini?, kamu gak takut Kezia di tipu orang?” omelnya. Ayahku menghela nafas lalu melirik suami tante Tari, yang jadi abang iparnya. Om Rudy suami tante Asnun terlihat diam. Aku juga ikutan diam. “Aku memang suruh Reno untuk tidak datang di acara pengajian ini mba. Kasihan, Reno harus kerja. Acara pentingnya kan memang akad nikah.

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD