“PAK SUPIR!!!” jerit Erdo begitu sampai depan teras rumah. Supir yang stand by untukku mendekat. “Ya Den?” tanyanya sambil menatap kami. “Siapin mobil, kita mau pergi sama mama” perintah Erdo lagi. “Maaf, mau kemana den?” tanya pak Supir setengah menunduk. Erdo berdecak dan Tata yang maju. “Pak supir, jangan banyak tanya, mau aku bilang papa biar bapak di pecat?” kata Tata. Pak Supir spontan menggeleng. “Makanya cepat mobilnya siapin, aku panas nih kelamaan nunggu” omel Tata. “Ingih Non” jawabnya tergopoh gopoh menyiapkan mobil. “Ayo mah!!” ajak Erdo membukakan pintu belakang mobil Mercy milikku sebagai hadiah ulang tahun. Aku masuk di ikuti Tata dan Barra. Erdo yang duduk di depan. “Kemana Den?” ulang pak Supir. “Noni’s café, kantor ayah Nino” Barra yang jawab. “Siap” jawab

