Untuk pertama kalinya dalam hidup aku melihat uang 100 juta, cash dan ada di depan mataku. Aku sampai mereguk salivaku saat menyadari kalo si om santai sekali memberikan uang sampai 85 juta pada tante renternir, yang mukanya mau banget aku cakar. Udah di kasih uang sejumlah yang dia bilang utang ayahku dan dia hitung aja, masih perlu melirik sisa uang di meja. Aku sampai menaruh sisanya di laci meja kerja si om keceh. Heran aku, sampai segitunya, rela keluarin uang segitu banyak cuma buat nolong aku. Memang sih setelah menyambutku datang dengan memelukku, masih perlu juga dia peluk dan mencium kening atau pipiku. c***l bangetkan?, aku mau ngamuk nanti si tante langsung mikir aku simpenan si om. Jadi aku tahan untuk tidak ngomel dan bertahan ikut pura pura kalo si om beneran suamiku. Padah

