Kara membuktikan ucapannya. Laki-laki itu pagi siang malam membekali Anggana dengan beberapa ketangkasan dan skill prajurit. Rencananya dia akan mendapatkan panggilan ke dalam istana dua minggu lagi untuk mempersiapkan peperangan. Biasanya setelah perang, para prajurit akan mendapatkan waktu libur untuk bercengkerama dengan keluarga. Karena Kara tidak memiliki anak dan istri, dia di wajibkan siap kapapun saat dibutuhkan. Bala ikut berlatih perang, dia juga ingin masuk ke istana sebagai prajurit. Sebagai kakang, sebenarnya Kara tidak setuju dengan keinginan Bala. Medan perang itu menakutkan, siap mati bahkan terpenggal. Kara tidak ingin adeknya menderita, dia ingin Bala di rumah mengurus rumah dan menantinya pulang, karena secara fisik, Bala tidak sekuat Kara. Tetapi karena Bala yang keuke

