"Hey, Bos, kenapa sejak aku pulang berlibur, aku melihatmu seperti ini lagi. Ada masalah apa?" tanya Dika yang tadinya bermaksud ingin meminta tanda tangan Adrian namun ia melihat bosnya sedang duduk termangu sambil menopang dagu. Tatapannya kosong dan wajahnya terlihat menyedihkan. Adrian hanya menarik napas panjang dan melirik Dika sekilas namun tidak mengatakan sepatah kata pun. "Apa jangan-jangan...kau menyesal sudah memberiku liburan keluar negeri?" celetuk Dika dengan raut wajah khawatir. Adrian menyandarkan tubuhnya ke kursi, kemudian menatap Dika tanpa ekspresi. "Istriku...bekerja di perusahan Vino, mantan kekasihnya," ucap Adrian lemah, sama sekali tidak membahas soal liburan yang Dika tanyakan barusan. Dika mengernyit bingung. "Kenapa?" "Dia bilang...dia ingin menggagalkan re

