“Aku melarangmu bukan semata-mata karena cemburu, tapi karena aku tahu, aku bisa kehilanganmu kapan saja jika membiarkan Vino terus menerus berada di sekitarmu. Aku tidak tahu apa yang akan dia lakukan. Aku tidak mau saat Vino merencanakan sesuatu padamu, atau dia ingin memisahkanmu dariku, sementara aku tidak ada disisimu. Apa yang bisa aku lakukan jika sampai itu terjadi." Adrian membuang napasnya dengan berat. Dadanya naik-turun tidak beraturan menahan emosi yang masih memenuhi rongga hatinya. "Tapi Vino tidak akan melakukan itu. Dia tidak sedang merencakan untuk membawaku. Dia merencanakan hal lain." Rea mencoba mengoreksi ucapan Adrian. "Kau berpikir seperti itu karena kau belum tahu apa yang bisa Vino lakukan. Dan soal rencana lain yang kau bicarakan itu, aku tidak peduli bahkan ji

