80. Keputusan

1207 Words

Ervan berdebar saat kembali ke ruang dan mendapati sang mama dan ibunya Aluna sudah menunggu. "Pada dari mana ini?" tanya Yeni pada anak dan suami. "Cuma cari udara segar sambil nunggu mama," jawab Ervan sambil kembali duduk di tempat semula. Hening. "Bagaimana? Apa kita sudah bisa mulai acara resminya ?" tanya Yanuar kemudian setelah beberapa menit berlalu dalam keheningan. "Sepertinya sudah," jawab Ilham yang kemudian menoleh ke arah sang istri, "iya 'kan, Sayang?" tanyanya sambil menggenggam tangan sang istri. Nina hanya mengangguk tanpa mengatakan apa-apa. Yeni menghela napas lega, meski tak sepatah kata pun terucap, setidaknya sang teman tidak mencampur adukkan masa lalu dengan masa depan anak-anak. Berharap suatu hari hubungan mereka akan kembali membaik. Semoga belum terlamba

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD