Aluna diam. Seperti ada yang salah dengan Indra pendengarannya. 'Kayaknya aku halusinasi denger yang ngomong itu kayak suara ayah dan nyebut nama aku,' batinnya. "Saya terima nikahnya Aluna Aurelia binti Ilham Nugraha dengan mas kawin tersebut—tunai!" 'Sekarang aku malah dengar suara Mas Ervan,' pikir Aluna. Tetapi sesaat kemudian ia berbalik. Bergeming sambil menatap lurus ke depan. Otaknya tiba-tiba saja seperti berhenti bekerja. Bola mata Aluna membesar. Napas tertahan di tenggorokan. Jantung berdebar cepat seolah hendak melompat keluar dari tempat seharusnya. Mulut sedikit terbuka, tetapi tak satu kata pun mampu ia ucapkan. "A-apa?" Akhirnya satu kata singkat terdengar sebagai gumaman yang nyaris tak terdengar. Sementara itu, Ervan menatap wanita yang kini sudah resmi menjadi istr

