"Akh!" Aluna terkejut saat membuka pintu pagar dan mendapati seseorang sedang berdiri di sana. "Anda sengaja mau bikin saya jantungan?" semprotnya kemudian. "Maaf." "Ngapain pagi-pagi udah di sini?" ketus Aluna. Masih kesal karena karena kejadian kemarin. Ervan menyodorkan kantung kresek. "Aku bawa bubur ayam. Enak loh. Kamu cobain." Aluna menoleh pada bungkusan tersebut. "Saya udah sarapan." "Kamu bisa bawa ini ke toko. Nanti kalau lapar bisa kamu makan." Ervan memaksa. Untuk mempersingkat waktu, akhirnya Aluna terima. "Makasih." "Aku juga mau minta maaf soal kemarin. Itu gak sengaja terkirim." "Gak apa-apa." "Kamu marah?" "Enggak. Kenapa saya harus marah?" "Karena aku salah kirim pesan." "Itu bukan masalah besar." "Terus kenapa chat aku gak kamu bales lagi?'' "Itu hanya sek

