Aluna langsung menutup panggilan tanpa menunggu jawaban. Lalu membenamkan wajah pada bantal. Malu dan sedih sekaligus ia rasakan saat ini. Mengangkat kepala saat ponselnya kembali berdering. Aluna butuh waktu beberapa saat hingga akhirnya memutuskan untuk menerima panggilan. "Kenapa kamu tutup teleponnya? Abis pulsa?" tanya Ervan. "Kan Mas gak mau ngomong sama aku. Ya aku tutup aja." "Yang bilang nggak mau ngomong sama kamu siapa? Lagian gimana aku mau ngomong, orang kamu aja nutup teleponnya." Aluna mengerucutkan bibir meski tidak ada siapapun yang melihat. "Apa kamu tadi nggak salah ngomong?" "Menurut, Mas?" "Ya enggak tahu. Aku cuma takut aku salah dengar aja. Nanti aku udah capek-capek kegeeran, tau-tau kamu bilang salah ngomong. Kan aku juga nanti yang malu," sahut Ervan. Alu

