"Kenapa harus aku?" "Ya masa ibu!" "Memangnya kenapa kalau Ibu?" "Ish! Kamu ini. Malah bales nanya. Lagian biasanya juga kamu yang nemenin kalau Nak Ervan ke sini. Udah sana temenin. Kamu juga kan masih nanti pergi ke tokonya." "Tapi, Bu—" "Gak ada tapi-tapi! Ayo sana temenin. Lagian kamu ini kenapa coba? Kamu legi marahan sama dia? Kayak anak kecil!" "Enggak! Siapa yang lagi marahan?" "Terus ini kenapa? Nggak biasanya kamu ngumpet." "Aku nggak ngumpet," sangkal Aluna. "Ah udahlah terserah kamu. Pokoknya kamu temenin Nak Ergan soalnya ibu mau siap-siap dulu." "Memangnya Ibu mau ke mana?" "Mau ke rumah tante kamu. Bantuin di sana." "Oh, iya." Aluna baru ingat bahwa besok ada acara keluarga di rumah adik ibunya. "Ayo buruan, Luna! Malah bengong." "Iya. Ini juga mau," sahut Alun

