Aluna mengernyit saat melihat Ervan begitu saja berlalu. Segera menyusul setelah pamit sekali lagi pada ibu. "Mas mau langsung ke kantor?" "Iya." Ervan menjawab singkat. "Ya udah," balas Aluna. Pria itu berbalik, menatap wanita di depannya penuh protes. Ya sudah? Hanya itu? Ah yang benar saja. "Kenapa?" Aluna menatap bingung. "Gak apa-apa," balas Ervan yang masih diliputi rasa cemburu terhadap Barata. "Ya udah. Ayo, berangkat. Nanti Mas terlambat loh,'' ajak Aluna sambil naik ke mobilnya sendiri. Menolak saat Ervan hendak mengantarnya. Pria itu menatap tidak percaya. Begitu saja ua ditinggalkan setelah dibuat cemburu? Dasar wanita gak peka! Masuk mobilnya sendiri dengan hati dongkol. Mengemudi beberap meter di balakang mobil Aluna. *** Ervan duduk di kursi rotan teras rumah Aluna

