105. Rumah Baru

1006 Words

"Mau bicara apa?" Ervan bertanya setelah duduk berhadapan dengan istri. Aluna mengernyit. "Bukannya Mas yang tadi katanya mau bicara? Kenapa sekarang malah tanya aku?" "Siapa tahu ada yang mau kamu bicarakan." "Kenapa Mas mikir kayak gitu?" "Karena sikap kamu dari tadi mencurigakan." Aluna berdecak sebal. "Mencurigakan udah kayak penjahat aja." Ervan terkekeh. "Kamu emang penjahat." Aluna menatap penuh protes. "Kenapa jadi aku lagi? Penjahat apa? Emangnya aku ngapain? Aku cuma ngerasa gak perlu aja ibunya Saga ikut campur. Mau kita merasa terganggu atau enggak dengan adanya Saga, itu bukan urusan dia kok. Kenapa coba dia sok banget mikiran kita." Mencerocos yang akhirnya meluapkan isi hati. "Oh. Jadi itu masalah kamu." Ervan mengangguk-anggukkan kepala. Meski tidak sengaja ternyata

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD