110. Pelukan Hangat

1003 Words

"Saga gak mau makan," ujar Aluna sambil meletakkan mangkuk kecil berisi makanan Sagara. "Ini makanan yang dikirim ibunya?" Aluna melirik ke arah suami. "Aku ibunya." "Iya, Maaf. Maksud aku mamanya." "Iya. Tapi kayaknya Saga gak suka. Biar aku buatkan makanan baru," sahut Aluna. "Oh. Mungkin nasi goreng itu pilihan kedua kalau-kalau Saga gak mau makan bubur." "Itu tim, Mas. Bukan bubur." "Iya sama aja lah, Sayang. Nasi lembek-lembek juga." "Beda lah, Mas." "Sama aja. Tim itu bubut kental kan?" "Beda!" "Ini kenapa kita jadi bahas soal itu sih." "Mas yang mulai,'' sahut Aluna, tidak mau mengalah. "Terus itu tadi maksudnya apa? Pilihan kedua? Nasi goreng?" "Ini loh." Ervan menyodorkan box makanan. "Tadi masih hangat. Sekarang udah dingin. Aku lupa tutup rapat tempatnya tadi," ceng

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD