Sial! Aku kehilangan jejak Tante Ratih. Ke mana dia? Kulihat sekeliling tak kutemukan lagi wanita yang mengenakan dress berwarna Maroon itu. Aku yakin dia pasti Tante Ratih. Berjalan lesu kembali aku masuk kedai, menatap semangkuk bakso tanpa semangat. Sambil makan, aku memikirkan banyak hal. Ponselku masih nonaktif, aku tahu orang rumah pasti ribut mencariku. Tapi terserah, aku ingin Tuan Liem merasa kehilangan walau sebentar. Sebentar? Aku tak tahu, mungkin selamanya. Hei, bagaimana jika aku yang meninggalkannya kali ini? Tapi aku tak seperti waktu itu yang memiliki banyak kebutuhan yang kubawa, bahkan sekarang aku tak memiliki banyak uang. Aku memutar otak, apakah harus mengamen? Hah, itu lucu. Tapi tak ada solusi lain. Kembali aku berpikir keras, di mana aku harus tinggal dan punya

