Kami batal liburan ke Bali. Sebagai gantinya, kami berlibur di tempat-tempat terdekat saja. David mengajak anggota rumah, para asisten rumah tangga, dan para wanita di Wisma untuk berlibur, termasuk Jeni. Kami menyewa Villa besar di daerah puncak, Bogor. Rasanya menyenangkan sekali berlibur seperti ini. Kami sudah seperti layaknya keluarga. Mungkin, jika ke Bali, kami tidak bisa membahagiakan banyak orang seperti ini. Hanya kebahagiaan kami saja, tapi sekarang aku bisa lihat tawa bahagia itu begitu lepas. Pada malam hari kami sibuk membakar api unggun, memasang tenda, memanggang daging dan ayam. Kami benar-benar berpesta, merayakan liburan dengan hati bahagia. Aku melihat Jeni bersama teman-temannya berkumpul sambil membakar ayam, mereka tampak ceria, tertawa bersama tanpa beban. Begitu

