Bab. 46

1180 Words

Kami baru saja ingin merencanakan liburan ke Bali. Sudah kubayangkan betapa indahnya pantai Kutai. Pantai yang selama ini kudambakan bisa melihatnya secara langsung. Tetapi tiba-tiba saja David memintaku untuk melakukan misi baru dari Tuan Liem. “Ini perintah,” katanya, “dari Liem langsung.” “Gak mau!” Aku menolak begitu keras. Enak saja main suruh-suruh. Tetapi David memaksaku. Dia terus mengatakan apa yang dia perintahkan padaku itu murni atas suruhan dari Tuan Liem. Ini sama sekali tak masuk akal. “Beri aku kesempatan buat ngomong sama Tuan Liem. Kumohon. Setelah itu, aku janji akan melakukan misi yang dia perintahkan.” David tampak bingung. “Tunggu sebentar,” katanya, “aku harus beri tahu Liem lebih dulu.” Baiklah. Aku akan menunggu. Misi kali ini, David mengatakan Tuan Liem mem

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD