Bab. 98

1347 Words

Semakin hari kurasakan David semakin posesif. Kadang sikapnya membuatku tak nyaman. Aku sudah sering merasakan pahitnya kehilangan, dan aku tak ingin David juga meninggalkanku. Hidupku seperti sebuah kututkan, siapa yang aku cintai maka orang itu akan mati. Maka aku tak ingin ada cinta untuk siapa pun, biarlah aku mencintai diriku sendiri ..., Seperti saat ini aku aku tak ingin David ikut bersamaku menemui Eric, namun dia memaksa untuk ikut dengan alasan kapan saja bahaya bisa mengancam. Sebuah alasan menjadikannya sellau dekat denganku. “Di mana dia kita temui,” kata David. “Aku lupa di mana rumahnya, tapi aku tau dia punya toko besar di pusat perbelanjaan di pusat kota,” terangku. “Tapi aku gak yakin Eric akan ada di sana atau enggak.” “Kita coba saja datang,” saran David. Aku menyet

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD