Entah sampai kapan aku harus sabar menunggu kabar dari Tuan Liem, David dan Clara. Setelah berhasil membawaku ke Rumah Sakit, Shofia mengatakan David dan Clara menyusul Tuan Liem ke rumah Tuan Liu Xingsheng. Apa yang terjadi di sana aku tak tahu, tetapi sudah kubayangkan bagaimana marahnya Tuan Liem saat tahu aku disiksa oleh sang ayah. Di ranjang Rumah Sakit ini aku terbaring, masih lemah. Aku ditemeni Shofia yang setia, dan beberapa penjaga yang menjaga kami di luar ruang rawatku. Shofia sangat baik, dia terus membuatku merasa tenang dan nyaman. “Menurutmu, berakhir seperti apa hubungan Tuan Liem dan ayahnya, juga saudara tirinya itu?” Aku bertanya pada Shofia dengan tatapan nanar. Shofia hanya tersenyum kecil, dia mengatakan hubungan mereka akan baik-baik saja. “Jangan dipikirkan, Ra

