Entah sudah berapa lama aku di sini, seperti seorang pembunuh yang tengah menghabiskan sisa hidupnya dalam tahanan. Hampir setiap hari, seseorang datang hanya untuk memberiku makan layaknya anjing. Menangis? Rasanya air mataku sudah kering. Tak satu pun yang dapat menolong. Di mana Tuan Liem yang katanya akan menjaga dan melindungiku. Di mana Dave dan Clara. Di mana para bodyguard sialan itu! Aku nyaris frustasi, tidak ada yang kutahu di mana mereka, apakah mereka tahu aku dijerat oleh Tuan Liu Xingsheng? Kugigit pinggiran piring plastik kosong di hadapanku, lalu melemparnya sekuat tenaga ke arah pintu hingga menyuarakan bunyi. Seorang penjaga membuka pintu, melongokkan kepala. “Heh, bisa diam gak, sih!” bentaknya, memasang tampang sangar. Aku tidak takut sama sekali bentakan itu, tatap

