Bab. 89

1511 Words

Wusss! Sebuah motor besar berwarna hitam melintasi mobil kami dengan cepat, kudengar seseorang berteriak kencang. “Raniaaa!” Lalu suara itu lenyap berbaur dengan angin. “Siapa mereka? Aku gak liat dengan jelas,” kataku sambil mengangkat kepala dari bahu Tuan Liem. “David dan Clara, mau balap dengannya?” Tuan Liem mengedipkan mata. Aku melongo, benarkan itu tadi mereka? Bukannya yang pakai motor itu seharusnya aku dan Tuan Liem? “Ayo, kita susul mereka!” ajakku bersemangat. Tanpa disuruh kali, mobil kami melesat cepat mengejar motor David. Ternyata mereka menunggu kami, motornya berhenti di pinggir jalan, terlihat debu-debu halus beterbangan di sekitarnya. Mobil kami berhenti tepat di depan motor, menerbangkan debu jalanan hingga ngebul ke mana-mana. Dave dan Clara berjalan beriringan

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD