Beberapa orang datang menyerangku, tapi berhasil kutangani. Lama-lama, menikmati juga pertarungan ini. Bisa menjatuhkan lawan ternyata seru, meski aku belum terbiasa dan masih deg-degan. Dari balik garasi mobil, aku bisa melihat di luar sana mereka yang bertarung semakin sengit. Banyak musuh berjatuhan, tetapi beberapa dari kami juga banyak yang mati. Aku terus komat-kamit, bila dalam lima menit lagi Tuan Liem tidak datang, aku akan keluar. Baru saja aku memikirkannya, laki-laki itu muncul dengan wajahnya yang tegang. “Cepat! Kim berhasil lolos!” Napas Tuan Liem memburu, kita pergi sekarang. “T-tapi gimana bisa dia lepas?” Tuan Liem tidak menjawab, dia segera membuka pintu mobil dan mendorongku masuk kemudian menutupnya rapat. Dia sudah ada di sampingku, menyalakan mesin mobil lalu men

