LIMA PULUH LIMA

1181 Words

Bernard Pontoh tergesa-gesa kembali ke kantornya saat mendapat telepon dari sekretarisnya bahwa Carissa sedang menunggunya di kantor. Sudah jam delapan malam. Ada keperluan mendesak apa hingga gadis itu tak bisa menunggu esok hari untuk menemui dirinya? “Carissa?” Bernard memasuki ruang kantornya dan disambut oleh Carissa yang langsung berdiri. “Om Bernard.” Carissa mengukuti langkah Bernard menuju ke meja kerjanya. “Ada apa? Ada sesuatu yang penting?” Carissa merogoh map dari dalam tasnya dan meletakkan dokumen itu di meja Bernard yang menyambutnya dengan tatapan penuh tandatanya. “Apa ini?” “Formulir gugatan cerai ke pengadilan agama.” Carissa menjawab dengan enteng. “Sudah kuisi. Tapi tanggalnya masih aku kosongkan.” Bernard tampak sangat terkejut. Secepat kilat ia membuka doku

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD