bc

Marry Me or You Die

book_age18+
2.5K
FOLLOW
15.5K
READ
contract marriage
arranged marriage
brave
dare to love and hate
drama
sweet
bxg
city
office/work place
passionate
like
intro-logo
Blurb

Gemma Zaydan Maramis sedang berada di puncak karir dan sebentar lagi akan bertunangan dengan Mikaila, gadis yang dipacarinya selama ini, ketika seorang wanita menyabotase ruang meeting dan menodongkan pistol ke arahnya, meminta dinikahi. Kehadiran Carissa bagaikan petir di siang bolong yang siap memorak-morandakan kehidupan Gemma.

Sementara bagi Carissa, memaksa Gemma, pemuda asing yang sama sekali belum pernah ia jumpai itu untuk menikahinya, adalah satu-satunya cara yang bisa ia lakukan.

Mampukah mereka mengurai satu demi satu satu simpul takdir yang menjerat mereka dalam sebuah pernikahan?

chap-preview
Free preview
PROLOG
Bernard Pontoh, pengacara terpandang di kota Manado itu, dibuat hilang akal oleh kelakuan salah seorang klien prioritasnya. Sayangnya, kali ini ia tidak bisa beradu argumen dengan lelaki tua yang sedang terbaring di ranjang rumah sakit tersebut. Bernard sangat menghormati lelaki itu. Ia menghormatinya seperti orangtua kandungnya sendiri. Bahkan lebih.  "Kau sudah buat seperti yang aku suruh kan Bernard?" Roni Kalalo mencoba beranjak dari ranjangnya. Tapi Bernard segera mencegah.  "Berbaringlah, Pak."  "Aku sudah sangat tua, Bernard. Aku tau waktuku tidak akan lama lagi." Roni Kalalo memandang Bernard dengan tatapan yang nanar.  "Anda tidak akan mati, Pak. Anda masih akan hidup seratus tahun lagi." Bernard menggenggam tangan keriput Roni. Baginya, lelaki tua inilah orang yang paling berjasa dalam hidupnya. Lelaki tua inilah yang memungut Bernard kecil dari pasar ikan, merawatnya seperti anak kandung sendiri, menyekolahkannya hingga menjadi seorang pengacara. Lelaki ini pula yang telah membelikan bangunan yang kemudian dijadikan Bernard sebagai kantornya.  "Aku bukan Nuh yang bisa hidup 950 tahun,” sahut Roni lemah. Kau sudah menyiapkan surat wasiat seperti yang aku minta kan?" "Persis seperti yang Anda minta, Pak." Bernard mengeluarkan dokumen dari dalam tasnya dan memberikan kepada Roni, namun pria tua itu mengibaskan tangannya.  "Tidak perlu k****a. Aku percaya padamu. Kau pasti akan membuat seperti yang aku minta," ujarnya pelan. "Oh, ya kau ada bawa pulpen dan kertas? Aku ingin menulis sesuatu untuk Carissa. Kau bisa pergi agar aku konsentrasi untuk menulis." Tanpa bertanya, Bernard segera mengeluarkan pulpen dan kertas yang diminta oleh Roni. Ia beranjak dari kursi namun tidak juga berbalik untuk keluar dari ruang VVIP rumah sakit itu. "Ada lagi yang ingin kau sampaikan padaku, Bernard?" Roni bertanya begitu mendapati pengacara yang sudah ia anggap seperti anak kandungnya sendiri itu hanya terdiam di sana.  "Apakah Anda yakin dengan isi surat wasiat itu? Anda akan membuat Carissa mengalami kesulitan di kemudian hari." Roni Kalalo tidak menjawab, sebaliknya ia malah tertawa mendengar argumen Bernard.   "Carissa mungkin tidak akan setuju dengan ini,” sambung Bernard. “Lagipula bagaimana cara Carissa menemukan pemuda itu?" "Justru karena dia adalah Carissa cucuku, maka dia pasti akan menemukannya, " Sahut Roni tegas. Demi mendengar intonasi Roni yang sangat yakin, Bernard menganggap pembicaraannya dengan Roni selesai. Ia tidak memiliki argumen apa-apa lagi untuk mendebat lelaki tua itu. Bernard sudah berbalik untuk keluar dari ruangan namun langkahnya tertahan di ambang pintu karena Roni Kalalo kembali bersuara, "Tolong pastikan Carissa menemukannya!" Bernard mengangguk lalu meneruskan langkahnya untuk keluar dari ruangan. []

editor-pick
Dreame-Editor's pick

bc

He's my husband

read
122.2K
bc

Rujuk

read
631.7K
bc

Never Be The Same (Indonesia)

read
301.2K
bc

Imperfect Marriage

read
291.1K
bc

To Lost You, I Won't

read
159.2K
bc

Chandani's Last Love

read
1.4M
bc

BRAVE HEART (Indonesia)

read
89.0K

Scan code to download app

download_iosApp Store
google icon
Google Play
Facebook