EMPAT PULUH DUA

957 Words

            Carissa terbangun di pagi itu dengan karena bunyi gaduh yang berasal dari luar rumah Opa Maxi. Bunyinya seperti seseorang tengah memotong-motong kayu, melemparkan kayu, bunyi yang sering Carissa dengar bersumber dari salah satu ruangan yang dijadikan Gemma sebagai workshop di rumahnya.             Malam itu ia dan Gemma menginap di rumah Opa Maxi. Tentu saja tidak sekamar karena Gemma memilih tidur di sofa ruang tamu. Sore itu, setelah Carissa selesai menceritakan perihal surat wasiat Opa Roni, Opa Maxi tampak terkejut lalu sedetik kemudian tertawa terbahak-bahak sehingga membuat Carissa dan Gemma yang berganti terkejut dengan reaksinya.             “Sialan tua bangka itu! Dia benar-benar melakukannya. Lihat dia berbuat seenaknya lagi padaku.”             Setelah itu, melunc

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD