SEQUEL - 22

849 Words

Tiba di rumah, Adimas langsung berdiri tepat di depan pintu beserta Rio di sampingnya. Mereka menatap Ryena yang baru saja pulang ketika setengah jam lamanya mereka menunggu. Reaksi Ryena hanya memberikan sedikit cengiran, ia sudah menduga akan seperti ini dan bersiap diceramahi sampai Adimas lelah----kalau Adimas benar marah. Adimas memperhatikan kalau wajah Ryena lebih pucat daripada saat berangkat sekolah. Ia pun memegangi pundak putrinya dan berkata, "Ryena, Papa sudah pernah bilang, kalau kamu memaksakan kondisi kamu yang sekarang, ada kemungkinan penyakit kamu akan bertambah parah nantinya. Selain dosis obat kamu sudah ditingkatkan perlahan-lahan, Papa takut kalau tambahan anti depresan malah memperburuk keadaan. Tapi, apa kamu masih sanggup bertahan dengan keadaan seperti ini, Nak?

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD