7. Kekesalan Kenzo

1584 Words
Rachel menatap takjub dua loyang pizza di hadapannya yang masing-masing mempunyai varian rasa berbeda. Perutnya yang sedari tadi sudah tidak tahan agar pizza-pizza itu segera berpindah tempat ke perutnya, langsung mulai memakan pizza tersebut tanpa ada anggun-anggunya sama sekali layaknya seorang gadis. Samuel hanya bisa menggelengkan kepalanya melihat kelakukan sang adik yang memakan pizza-nya seperti orang yang tidak pernah di beri makan dalam waktu yang lama. Dek, pelan-pelan aja makannya, nanti keselek." Ucap Samuel memperingati, ia mengambil sapu tangan di saku celananya dan mengelap mulut Rachel yang belepotan dengan saos. Jika orang-orang yang tidak mengenal mereka berdua, akan melihat mereka layaknya sepasang kekasih. Karena dari perlakuan Samuel yang saat ini sedang membersihkan wajah Rachel yang belepotan. "Aku udah lapar banget kak," ucap Rachel dengan mulut penuh dan membuat perkataannya terdengar aneh di pendengaran Samuel. "Iya, tapi pelan-pelan Ra. Nanti kalo kam---," Uhuk Uhuk Uhuk "Minum kak," ucap Rachel terbatuk-batuk karena tanpa sengaja ia menelan toping pizza yang seharusnya ia kunyah terlebih dahulu itu. Dengan cepat Samuel langsung menyodorkan minuman pada Rachel, yang langsung di terima dengan cepat oleh gadis itu. Ia langsung meneguk minuman yang di berikan oleh sang kakak hingga habis tidak bersisa. "Kan tadi kakak udah bilang sama kamu, makannya pelan-pelan. Kamu sih batu banget kalo di bilangin sama kakak," ucap Samuel yang langsung mendapatkan cengiran dari Rachel, yang seakan ia tidak membuat masalah apa-apa. "Soalnya aku udah lapar banget kak, jadi makannya kayak gitu deh," ucap Rachel mencari alasan untuk membela dirinya. "Alasannya bisa aja ya. Ya udah lanjutin makannya, kata kamu kan lapar." "Nggak ah kak, aku udah kenyang." Ucap Rachel menolak, karena ia sudah merasa kenyang setelah memakan enam potong pizza berukuran jumbo dan di tambah dengan minuman bersoda yang ia minum sekali teguk itu membuatnya menjadi kekenyangan. "Kebiasaan deh, makanya jangan pesan banyak-banyak kayak gini kalo udah tau nggak bisa di habisin sendiri." Tegur Samuel tidak habis pikir dengan adiknya itu. "Kalo kayak gini mana mungkin kan harus di buang, sayang makanannya kalo harus di buang gitu aja." Tambah Samuel lagi yang hanya di beri cengiran oleh Rachel. "Kan bisa di bungkus kak, minta di bungkus aja biar aku makan lagi pas udah di rumah." "Kamu yakin bisa habisin pizza sebanyak ini sendirian?" Tanya Samuel merasa tidak yakin dengan perkataan adiknya. Sedangkan di restoran pizza saja adiknya itu hanya bisa menghabiskan enam buah potong pizza, bagaimana kalo di rumah nantinya. "Yakin dong kak, secara nanti aku nggak akan makan sendirian dong. Kan aku bakal ngajak Salsha sama Kenzo buat bantu aku habisin semua pizza ini." "Ya udah semua pizza-nya di bungkus aja kalo gitu." Samuel memanggil salah satu pelayan dan meminta pelayan itu untuk membungkus semua pizza yang tersisa dan juga ia membayar semua pizza itu. Setelah selesai mereka memutuskan untuk pulang, dan Rachel juga telah menghubungi via chat kedua sahabatnya itu, untuk ke rumahnya sekarang juga. Karena kebetulan ada film horor baru rilis kemarin. "Nanti kamu bisa nggak kalo kakak tinggalin sebentar di rumah sendiri?" Tanya Samuel ketika mereka telah berada dalam perjalanan pulang ke rumah. "Bisa kok, aku udah gede gini masa nggak berani di tinggal sendiri di rumah sih." Ucap Rachel menghadap ke arah kakaknya yang sedang sibuk menyetir. "Yaudah kamu hati-hati di rumah, nanti kalo ada orang yang datang terus nggak kamu kenal, nggak usah kamu buka pintu." Pesan Samuel pada Rachel yang di angguki oleh Rachel. "Lagian kak, mana ada orang gabut yang mau ke rumah. Apalagi rumah kita ada pagarnya gitu kan nggak mungkin dia bisa tiba-tiba langsung di depan pintu rumah." Samuel menoleh sedikit ke arah Rachel, dan mengacak rambut adiknya itu sebentar, lalu ia kembali fokus menghadap ke depan lagi. "Kakak cuma bilang aja Ra, kamu tau kakak khawatir kalo kamu cuma sendirian di rumah. Kalo pembantu sama pengawal ada, kakak akan lebih tenang sedikit sih." "Kakak tenang aja, kan Salsha sama Kenzo nanti mau ke rumah. Ini juga kata Salsha mereka udah di jalan menuju ke rumah kok." "Nanti bilang sama mereka, jangan dulu pulang sebelum kakak pulang ya. Kakak nggak bakal terlalu lama kok di luar." "Siap bos," Rachel mengangkat satu tangannya memberi hormat pada sang kakak. Samuel merasa mulai sedikit tenang sekarang, setidaknya adiknya itu tidak tinggal sendiri selama Ia berada di luar. *** Saat ini Rachel, Salsha, dan juga Kenzo tengah di sibukkan menonton film horor di ruang tengah. Mereka bertiga terlihat begitu tegang menonton film horor dan sesekali memakan pizza dan juga minum minuman bersoda tanpa mengalihkan pandangan mereka dari tv. Ini merupakan film 3 ketiga yang mereka tonton setelah film baru yang baru di rilis kemarin yang mereka tonton. Karena mereka merasa tidak cukup jika tiap mereka menonton bersama dan hanya menonton satu film saja. Dengan bermodalkan berlangganan dengan salah satu aplikasi yang memuat banyak sekali film yang berkualitas membuat mereka dengan bebas menonton film apa saja. Jam telah menunjukkan pukul delapan malam dan mereka bertiga masih sangat asik menonton. Apalagi di tambah dengan lampu di ruang tengah yang di matikan menambah rasa tegang di saat mereka sedang menonton. Alasan lain selain masih ingin menonton, mereka juga sedang menunggu kepulangan Samuel yang katanya telah berada di dalam perjalanan menuju ke rumah. Suara teriakan dan juga pekikan terdengar sampai di telinga Samuel yang baru saja masuk kedalam rumah. Ia hanya bisa menggelengkan kepalanya ketika mendengar suara itu. Karena ini bukan pertama kalinya ia mendengar suara seperti ini, karena saat ia punya waktu untuk pulang ke rumah dan saat sang adik dan juga teman-temannya itu sedang berkumpul, maka suara ini yang akan selalu ia dengarkan. Hanya saja yang menjadi keheranannya itu saat mengetahui suara teriakan dan pekikan itu berasal dari Kenzo, bukan Rachel ataupun Salsha. Samuel masuk lebih dalam lagi kedalam rumah dan saat ia melihat ke arah ruang tengah, ketiga manusia berbeda gender itu sedang asik menonton dengan hanya di sinari oleh cahaya dari tv. Ia sebenarnya ingin menghampiri mereka tadinya tapi ia urungkan karena sepertinya film yang mereka tonton masih berada di puncak ketegangan, dan ia memutuskan untuk ke kamar terlebih dahulu. AAAAAAAAAAAAAAAAA Teriak Kenzo saat hantu di film horor itu tiba-tiba muncul. Rachel dan Salsha yang hanya sedikit terkejut melihat hantu di film itu, menatap ke arah Kenzo yang lagi lagi berteriak karena hantu itu tiba-tiba kembali muncul lagi. "Ah lo parah banget si Ken, masa cuma nonton ginian aja lo udah teriak-teriak histeris kayak gitu." Ucap Rachel tertawa sambil mengejek Kenzo. "Siapa suruh tuh hantu muncul tiba-tiba, kan gue jadinya kaget." Ucap Kenzo mencari alasan untuk membela dirinya, karena tidak ingin di cap sebagai cowok penakut. "Alasan aja lo, cemen banget sih jadi cowok. Masa Salsha aja yang notabennya pacar lo aja nggak teriak-teriak kayak gitu. Nah ini lo malah cowoknya malah teriak mulu, malu-maluin aja lo." Ucap Rachel lagi masih belum ingin berhenti mengejek Kenzo. "Biarin aja gue cemen. Tetap aja kesayangannya gue ini tetap akan sayang dan cinta sama gue, iyakan sayang?" Ucap Kenzo melirik ke arah Salsha dengan senyuman manisnya itu. Mendengar perkataan Kenzo barusan membuat Rachel ingin rasanya muntah. Perutnya tiba-tiba bergejolak ketika si buaya jantan itu memulai aksinya. "Udahlah Ra, lo kayak nggak tau aja kebiasaan Kenzo tiap nonton film horor kayak gimana, dia kan orangnya penakut tapi sok banget bilang berani nonton." Ucap Salsha menanggapi ucapan Rachel. "Yang, jahat banget sih sama aku, masa kamu bilang aku kayak gitu. Aku kan nggak penakut, aku cuma suka kaget aja itu hantunya suka muncul tiba-tiba. Mana tuh hantu jelek banget lagi," ucap Kenzo cemberut dan kembali beralasan. "Ya bodoh amat. Kan kalo aku jahat sama kamu, nanti aku bisa cari pacar baru lagi bareng Rachel, kalo kamu udah nggak mau lagi pacaran sama aku." "Ide bagus tuh Sal, mending cari pacar baru aja deh. Nanti kita cari pacar baru yang matanya biru gimana? Kayaknya keren deh kalo nanti di ajak jalan, nggak bakal malu-maluin." Ucap Rachel sengaja ingin memanas-manasi keadaan. "Ra, lo jangan coba-coba hasut pacar gue kayak gitu ya. Lo kalo butuh pacar yaudah cari aja sendiri, nggak usah ngajak-ngajak pacar gue segala. Mau lo punya pacar mata biru juga gue setuju-setuju aja, yang penting jangan bawa-bawa pacar gue juga." Ucap Kenzo merasa kesal, tapi berbeda dengan Rachel yang malah tertawa karena merasa sangat lucu dengan tingkah Kenzo sekarang. Kenzo menatap ke arah Salsha yang ikut-ikutan tertawa seperti Rachel. Ia tidak habis pikir dengan kedua gadis yang sedang bersama dengannya ini, karena kadang suka kompak untuk membuatnya merasa kesal. "Kamu juga udah punya pacar, malah mau coba-coba genit sama cowok lain. Nggak akan aku biarin kamu cari cowok lain, cukup aku aja yang pacar kamu." Ucap Kenzo dengan tegas karena tidak terima dengan perkataan Salsha yang katanya ingin mencari pacar baru. Hahahaha Tawa Rachel dan juga Salsha pecah saat melihat wajah kesal Kenzo yang begitu lucu. "Kalian kenapa ketawa? Apa ada yang lucu?" Tanya Kenzo heran melihat kedua gadis yang berada di samping kanannya itu yang sedang tertawa. "Nggak apa-apa, itu loh hantunya tiba-tiba nggak jadi serem malah lucu jadinya. Iya kan Sal?" Ucap Rachel dan memberikan kode pada Salsha untuk mengiyakan apa yang ia katakan. "Iya bener kata Rachel, itu hantunya masa jadi lucu gitu mukanya Ken, coba kamu liat deh." Ucap Salsha meyakinkan kekasihnya itu. Kenzo yang sedari tadi sudah tidak memfokuskan dirinya untuk menonton film horor yang masih berlangsung di depannya itu, melihat ke arah tv karena rasa kepo dengan apa yang di katakan Rachel dan juga Salsha barusan. AAAAAAAAAAAAAAAAAA "Hantu biadap!" Umpat kesal Kenzo. Sedangkan Rachel dan juga Salsha yang baru saja berhenti tertawa, kini kembali tertawa karena saat Kenzo melihat ke arah tv, hantu di film tersebut muncul dengan wajahnya yang serem.
Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD