Tamparan Untuk Windy

1003 Words

#ISTRI_CERDAS #11 Pagi ini aku berniat datang ke rumah yang pernah menjadi tempat ternyaman untukku dan keluarga kecilku. Bersama dengan Laura, aku ingin mengambil beberapa barang yang mungkin akan di perlukan nantinya. "Aku antar ya Mbak," usul Aryo. Aku mengerutkan kening, takut jika ia tak bisa menahan emosi saat bertemu Mas Irwan seperti apa yang terjadi kemarin. "Engga Mbak, kali ini aku nggak akan bertindak bodoh kok," ucapnya. Setelah memastikan jika Aryo tak akan melakukan hal-hal aneh, akhirnya aku menyetujui untuk menerima tawaran Adik lelakiku. Kami pergi bertiga, menuju rumah di selatan Jakarta. Sebuah rumah mewah dengan dua lantai bercat putih itu nampak begitu megah. Ya, itulah pencapaian aku dan Mas Irwan selama kami menikah. Aku tidak menyangka, jika kami bisa memil

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD