"eh, udik.... apa ngak ada makanan yang bisa disiapin...?
"ada mas, sebentar saya siapin..."
katanya jarang dirumah, kenapa mas rafli pulang ya....
apa dia nginap disini...
"mama mana?..."
"dikamar mas...."
"nanti sampein kemama, sophi mau ketemu malam ini...."
"baik mas..."
pacarnya ya...ah bodo amat...
"permisi nyonya, makanannya sudah siap.. mau sari anter kesini atau sari bantu keluar?...
"disini saja....rafli dirumah?.."
"iya nyah... mas rafli dirumah, tadi juga mas rafli pesen kesari suruh bilangin kenyonya kalau malam ini non sophi mau kesini ketemu sama nyonya.."
"kalau begitu, saya mau makan sekarang..."
"baik nyonya, sari siapin makanannya kesini..."
emhh gimana nyonya mau cepet sembuh, keluar kamar aja gak pernah..
"eh..udik..!"
"sari mas..."
"sama aja..udah dibilangin belum kemama?..."
"sudah mas, tapi nyonya gak bilang apa2...saya permisi mas, nyonya mau makan sekarang..."
capek juga kalau harus naik turun gini tiap hari....
"ini makanannya nyah...."
liat nyonya makan susah begini, sari jadi kepikiran bapak...
"saya sudah selesai, kamu bisa istirahat...saya ngak mau ada yang ganggu, bilang sama rafli saya gak mau trima tamu.."
"baik nyonya..."
ada apa....? kenapa nyonya gak mau ketemu non shopi, gimana ini bilanginnya ke mas rafli... gawat!
kemana ya mas rafli, kok gak nampak...
mungkin dikamarnya....
"mas...mas..."
"kenapa?...."
"itu...anu....nyonya pesan beliau mau istirahat dan gak mau diganggu..."
"memangnya kamu belum bilang, kalau shopi mau kerumah?"
"sudah, tapi nyonya sepertinya keberatan mas..."
"kamu tau apa, pokoknya kalau shopi datang, panggil saya..."
"baik, mas...saya permisi!...."
secantik apa sih, non shopi itu... sampai segitunya...
teeeet.....teeeeeet...
buru2 aku membukakan pintu, mungkin non shopi sudah sampai...ternyata benar..
tanpa disuruh, shopi langsung masuk kerumah.
"mana rafli?...."
"mas rafli dikamarnya non, sebentar biar saya...."
"gak perlu, saya bisa kesana sendiri...!"
ku lihat mas rafli turun dari kamar, dengan senyum dan gayanya yang coll...
"udah nyampek?...."
"udah dari tadi beb....itu pembantu kamu, lama bukain pintunya, jadi capek kakinya berdiri diluar, mana dingin....."
ku lihat non shopi, merangkul tangan mas rafli dengan manja...sedang mas rafli melirikku dengan tatapan yang tak bisa ku jelaskan...tapi yang pasti, aku takuttt..
"ayok kita keatas..."
"ibu kamu gimana sayang? tapi pokoknya kita jadikan! aq gk mau loh kalau gara2 ibu kamu semuanya batal..."
"tapi tetep kita harus bicarain ke ibu shoph...."
"iya... tapi aku takut ibu kamu gak ngerestuin kita beb...aku gak bisa pisah sama kamu....."
"aku usahain ya, moga aja ibu bisa setuju kali ini..."
"kamu udah makan?..."
"udah tadi sebelum kesini...."