“Mama, Papa” pekikku dari dalam mobil, dan segera membuka pintu, berlari ke tempat Mama dan Papa yang sudah menunggu, sambil memeluk mereka, dan tentunya mendapatkan kecupan sayang dari Mama dan Papa.
“Ujiannya lancar Dek?” tanya Papa kepadaku ketika kami berkumpul duduk diruang TV yang keadaanya masih sama seperti yang aku tinggalkan selama 1 semester ini.
“ Alhamdulillah Pa, 2 hari lagi hasilnya udah keluar Pa”
“Ya sudah kalau gitu semuanya pada kekamar masing-masing, mandi terus Mama sama Papa tunggu di mushala ya, kita shalat zuhur jamaah”
“Ok Mama” sahutku kompak dengan ke-3 saudaraku, sambil berjalan menaiki anak tangga.
...........................
“Kangen deh sama ini kamar, dan dengan beberapa boneka winnie the pooh pemberian Mas Teguh, Bang Arif dan juga CERIWIS. Anak-anak CERIWIS pa kabarnya ya? Kok mereka pada menghilang gitu bak di telan bumi, emangnya gak da yang kangen gitu sama aku, masak iya aku aja yang kangen” sambil menatap photo yang terdapat di meja belajar ku.
“Dek, jangan banyak melamun kamu, buruan mandi jangan buat yang lain pada nungguin kamu, bentar lagi mau adzan tu” ocehan Bang Arif membuyarankan lamunanku.
“Kamu Bang, udah kayak tuyul aja hilang timbul gitu, nongol tiba-tiba aja, iyaaa, nih mau mandi, ya udah Bang keluar sana” sambil mendorong Bang Arif dari belakang dan menutup pintu.
...........................
“widihhh, tumben nih sih chubby, udah stay di sini, biasanya di teriaki melulu baru turun” komentar Bang Arif seketika melihatku sudah ada di mushala untuk menunggu Dia, Mas Roy dan Mas Teguh.
“Ya lah Bang, percuma dong Mas Teguh masuki aku ke wisma Putri Alfatah, kalau tidak ada perubahan dalam diriku” sahutku dengan kalem
“Wah, anak Mama bijak banget kata-katanya, Mama senang deh dengarnya” sahut Mama sambil merangkulku.
“Ya udah, Roy roy, kamu yang khomat ya, udah lama Papa gak dengar kamu khomat, terus imamnya kamu ya Guh.
Allahu Akbar Allahu Akbar. Asyhadu alla illahaillallah. Asyhadu anna Muhammadar rasullah. Haiyaalas solah Haiyaalal falah. Qodqamatis solah Qadqamatis solah. Allahu Akbar Allahu Akbar. La ilahaillallah
“Syaf rapat dan luruskan, Allahu Akbar”
...............................
Ya rabb, terimakasih Kau telah menitipkan ku pada keluarga ini
Terimakasih Kau telah memberikanku kedua orang tua yang selalu sempurna dimataku
Terimakasih Kau telah menghadiahkan kepadaku 3 orang kak yang luar bisa menyayangiku
Jagalah mereka selalu untukku ya Rabb
Lindungi selalu mereka dimanapun mereka berada
Selalu sertai setiap langkah kaki mereka dengan ridhoMu ya Rabb
Semoga aku selalu bisa membuat mereka bahagia dan tersenyum selalu
Aku menyayangi mereka karenaMu ya Rabb
Tanpaku sadari air mataku telah menetes membasahi pipiku yang chubby, dan Bang Arif sedang memperhatikanku, dan yang lain sedang shalat sunnah. Kututupi wajahku yang kini sendu akibat air mataku yang menetes, agar tidak ketahuan Bang Arif dan yang lainnya.
Aku duluan pergi meninggalkan mushala menuju kamarku, ku ambil Al-Quran ku yang telah lama tidak aku buka, begitu sombongnya aku selama ini kepada sang pemilik hati.
Sekian tahun aku sibuk dengan membuka buku-buku sekolahku, ku sibuk membaca judul demi judul novel yang aku punya, selama ini aku sibuk membuka satu persatu pesan dari teman-temanku, tapi aku tak pernah sibuk membuka lembar per lembar kalam Ilahi ini. Aku hanya membukanya ketika ba’da maghrib atau ketika Mama menyuruhku.
Aku tak pernah mencoba untuk mempelajarinya dengan sungguh-sungguh, aku tak pernah semangat membacanya seperti aku semangat membaca novel-novel yang aku punya. Selama ini, kitab ini hanya sebagian benda kecil yang menghiasi kamarku.
Aku mulai mencari tanda mengajiku terakhir, waktu aku di paksa Mama mengaji. Setelah ku buka lembar demi lembar dan akhirnya ketemu, aku baca ayat demi ayat dan membaca artinya.
1. Bacalah dengan (menyebut) nama Tuhanmu yang Menciptakan,
2. Dia telah menciptakan manusia dari segumpal darah.
3. Bacalah, dan Tuhanmulah yang Maha pemurah,
4. yang mengajar (manusia) dengan perantaran kalam,
5. Dia mengajar kepada manusia apa yang tidak diketahuinya.
Surat Al Alaq ayat 1-5
Ya Allah Engkau telah memerintahkan ku untuk membaca, tapi kenapa terkadang aku enggan untuk membaca kalam Illahi Mu Ya Rabb, yang udah pasti ku ketahui, kitabMu ini merupakan suatu perantara, disana banyak terdapat banyak pelajaran yang dapat ku ambil.