Prolog
Hiruk pikuk sekolah bersorak kala seseorang gadis remaja cantik berdiri di panggung dengan memegang sebuah mic.
Mata yang berwarna hazel, dengan bulu mata yang sangat lentik dan cantik. senyuman yang sangat indah bagaikan bunga mawar yang mekar di pagi hari.
Aruna Pramudita, dengan senyuman manis dan penuh percaya diri berjalan ke tengah panggung.
para penonton seketika bersorak ramai menyambut gadis tersebut yang kini berada di atas panggung sekolah.
musik pun mulai melantun dengan penuh irama, Aruna mulai mendekatkan mic tersebut ke mulut nya.
seketika para murid murid sekolahan itu terdiam, menikmati alunan merdu yang di nyanyikan oleh gadis cantik itu.
suaranya begitu lembut, merdu dan menenangkan hati orang orang yang mendengarnya.
begitu pula dengan seorang laki laki yang berada di bangku paling pojok. bibirnya tertarik ke samping, dan matanya terpejam ketika alunan suara itu masuk ke telinganya.
jantung pria tersebut berdetak begitu kencang hingga terasa sangat menyenangkan sekaligus menyesakkan di dadanya.
mata tajam itu akhirnya kembali terbuka, dan kembali menatap dengan tatapan penuh keinginan ke arah Aruna.
urat urat di sekitaran leher, pelipis, dan tangannya mulai bermunculan. wajahnya memerah, dan sedikit bergetar.
pria itu menggenggam botol minum yang dirinya bawa dengan erat, hingga botol itu kini sudah tak berbentuk lagi.
"sshhh... I Want You.. " Gumam nya dengan desisan yang sangat pelan.
Sementara di panggung, tak terasa lagu yang di nyanyikan oleh Aruna telah selesai. tepuk tangan pun kembali di berikan oleh para penonton yang tak lain adalah teman teman nya juga.
Aruna tersenyum dan menundukkan sedikit badannya, tanda berterima kasih pada seluruh penonton.
namun ketika kembali menegakan badannya, pandangan Aruna bertemu dengan tatapan tajam seorang pria yang sedang berdiri di paling pojok tersebut.
Ketika melihat tatapan pria itu, entah mengapa badan Aruna seketika merasa merinding, dan sedikit membeku.
muncul sedikit rasa takut di hatinya, namun sebisa mungkin Aruna mengabaikan nya.
gadis tersebut tersenyum kembali ke arah para penonton sebelum akhirnya kembali ke belakang panggung.
******
" Gila! penampilan lu spektakuler banget Run!! " Ucap seorang gadis dengan senyuman ceria menyambut kedatangan Aruna dari atas panggung.
Aruna pun tersenyum ketika melihat reaksi sahabat nya itu.
" Biasa aja kok Na, Gua mah cuma nyanyi biasa, gak usah lebay ah lu.. " ucap Gadis itu dengan santai berjalan ke sebuah meja dan merapikan barang barangnya yang masih ada di sana.
" Ah lu mah, merendah mulu.. lu liat noh, pas lu di panggung tadi, lu udah kaya Idol-idol K-pop tau! " ucap Kanaya dengan excited.
" iya iya deh, nanti kalau mereka minta tanda tangan gua, lu yang Handel ya.. " Jawab Aruna dengan gelakan tawa di akhir.
" yeeee-- lu mah! tapi oke aja sih, nanti gua tambahin tarif gitu, kalau mau foto sama elu, harus bayar 50 ribu.. gimana? " ucap Kanaya yang seketika membuat Aruna melotot.
"buset! mahal bener.. gak ngotak, masa 1 foto 50 ribu. "
" ya gapapa dong.. lagian ya, fans lu itu banyak banget, pasti mereka rela.. "
" terserah lu aja deh, gua mau balik duluan ya.. " ucap Aruna yang membuat Kanaya seketika terkejut.
" loh? kenapa? lu gak mau denger pengumuman juara dulu? pasti nanti nama lu di sebut kaya biasanya.. " ucap Kanaya memegang lengan gadis itu yang berusaha untuk pergi.
" gak tau,, gua ngerasa tiba tiba gak enak badan.. gua ngerasa aneh.. gua pengen pulang secepatnya aja.. " ucap Aruna dengan wajah sedikit gelisah.
" kenapa? apa... lu masih nerima surat surat sama foto foto aneh itu lagi? " tanya Kanaya dengan memandang lekat lekat wajah gadis yang ada di depannya.
memang benar, beberapa bulan ini, Aruna sangat sering menerima surat surat dan foto foto yang sangat misterius.
surat surat itu berisi kata kata yang sangat menakutkan buat Aruna, tidak seperti surat yang biasa gadis itu terima, surat yang di kirim orang ini sangat berbeda dan aneh.
isi surat surat itu menggambarkan bagaimana si penulis melihat tubuh dan wajah Aruna, bahkan sering kali, dia mengirim foto foto Aruna saat di sekolah atau di tempat manapun dia berada.
foto dia saat berbelanja di supermarket, foto dia saat olah raga, bahkan terdapat foto dia saat hendak memasuki kamar mandi umum.
semua itu sangat membuat Aruna tidak nyaman, dan itu semua selalu berulang selama beberapa bulan ini.
Aruna dan keluarga nya sudah lapor ke pihak berwajib, namun karena si pelaku belum melakukan tindak yang serius, maka dari itu, semua laporan Aruna masih belum di tanggapi.
" Lu mau gua temenin? " tanya Kanaya yang menyadarkan lamunan gadis itu.
Aruna menggelengkan kepalanya sambil berusaha tersenyum.
" gak usah,, lagian gua udah telepon ayah, seharusnya 30 menit lagi, dia bakal jemput gua. " ujar Aruna berusaha meyakinkan sahabatnya itu.
Kanaya pun mengangguk dan membiarkan gadis itu untuk pulang terlebih dahulu.
******
Di lorong sekolah yang sepi, kini Aruna berjalan dengan santai sambil mendengarkan musik lewat Ear phone nya.
sesekali gadis itu akan ikut bersenandung menyanyikan lagu yang sedang ia putar.
lorong sekolah itu sangat sepi, karena memang semua murid kini ada di aula menyaksikan pertunjukan di sana.
namun tanpa di sadari Aruna, seiring langkah kakinya berjalan, langkah seseorang juga senantiasa mengikutinya dari belakang.
Aruna yang masih mendengarkan musik, secara tiba tiba merasa merinding. gadis itu menghentikan langkahnya, membuat orang yang mengikutinya juga ikut menghentikan langkah.
gadis itu dengan pelan melepaskan ear phone yang ada di telinganya, suara angin yang kencang seketika menembus ke telinga gadis itu.
hening, dan sunyi. namun gadis itu dapat merasakan, jika ada seseorang yang sedang menatapnya dari belakang.
dengan menguatkan tekad, gadis itu mengambil ancang ancang, dan dengan seketika langsung berlari.
pria misterius tersebut juga ikut melakukan hal itu, kini Aruna dengan tergopoh- gopoh dan panik berlarian di sekitaran lorong yang sepi.
isi pikiran gadis itu bermacam macam, semua hal hal dan skenario buruk terus berputar di kepalanya seiring dengan langkah kakinya yang cepat.
hingga tak terasa, kini gadis itu telah hampir sampai di gerbang sekolah yang langsung menghadap jalan raya umum.
Grep!!
Namun, Aruna yang merasakan pria di belakang nya menyentuh lengannya, membuat gadis itu semakin panik dan ketakutan.
tanpa melihat pria itu, Aruna menyentak tangannya dan kembali berlari.
pria itu juga tak tinggal diam, dia masih tetap ikut mengejar gadis itu.
TIN! TIN! TIN! TIN!
....
CRIIIIIIITTTTTT!!!
Aruna melotot kala menyaksikan sebuah truk yang sedang melaju ke arahnya.
seperkian detik kemudian, Aruna merasakan pelukan seseorang di tubuhnya, tubuh gadis tersebut, di peluk dengan sangat erat.
BRAK!!!
Tubuh Aruna, dan tubuh pria misterius itu akhirnya terpental akibat tertabrak oleh truk tersebut.
CRAKK!!
Tabrakan beruntun pun terjadi, truk tersebut terdorong semakin melindas kedua tubuh itu. sementara mobil mobil yang ada di belakang tidak sempat mengerem dan berakhir menabrak truk itu.
tabrakan terjadi sampai 5 kendaraan di belakang mereka. dan kini posisi Aruna serta pria yang masih memeluknya benar benar terjepit di antara mobil dan beton aspal.
Aruna sendiri bisa merasakan jika tubuh bagian bawahnya sudah hancur, begitu pula tubuh pria yang berada di atas nya ini. namun pria tersebut masih memeluknya dengan sangat erat.
Aruna tidak dapat melihat wajahnya, karena pria itu menyembunyikan wajahnya di ceruk leher gadis itu.
dalam keadaan tersebut, hanya perlu beberapa detik sampai akhirnya kesadaran gadis itu mulai menghilang.
sakit... rasa sakit ini, bener benar tak dapat ia tanggung..
Aruna tau, mungkin setelah ini dirinya tak akan bangun lagi.. perlahan pandangan Aruna menjadi kabur, hingga akhirnya mata gadis itu tertutup dengan sempurna.
namun di detik terakhir kesadaran nya, Aruna dapat mendengar perkataan lirih dari pria yang ada di atas tubuh nya.
" Maafkan aku.... Maaf... Aku..aku..men--- "
.
.
.
.
.
Bersambung.....