17. Pengakuan

1580 Words

Suara dentingan sendok yang beradu dengan piring menjadi saksi bisu keheningan yang terjadi di meja makan. Seorang gadis yang biasanya bersikap ceria dan murah senyum kini berubah menjadi pendiam. Gadis itu tidak berniat marah pada keluarganya hanya ada rasa kecewa ketika semua yang ia ketahui dulu adalah sebuah kebohongan. “Sya maafkan Papa ya Nak,” pinta Danu yang sudah selesai makan. “Kami tidak membeberkan kejadian sebenarnya dan tidak memberitahu tentang amnesia yang kamu derita itu karena ingatan itu merupakan kenangan buruk dan membuat kamu depresi sayang,” jelas Dinda dengan suara pelan sambil mengelus rambut putrinya. “Sekarang kamu sudah tahu siapa Bara lalu apa kamu masih berniat menemuinya?” tanya Aldi yang langsung di tatap tajam oleh Danu. “Aku membencinya,” sahut Sya

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD