Di sinilah Syana berada sekarang di Bandar udara Kingsford Smith bersama Tian. Setelah berhasil lepas dari cengkeraman Bara, Tian segera membawa Syana ke bandara dan mengantarkannya menuju jet pribadi miliknya. Tian tidak akan membiarkan gadis itu tinggal lebih lama di Sydney dan berencana memulangkan gadis itu menggunakan jet pribadinya. Tian merasa iba melihat penampilan Syana yang berantakan, mata sembab, hidung merah serta wajah yang lusuh karena banyak jejak air mata dan yang membuat gadis itu seperti itu adalah Bara putranya sendiri, Tian hanya tersenyum masam mendapati kenyataan itu. “Nak kamu pulang di kawal oleh orang-orang saya yah, nanti sampai Indonesia keluarga kamu yang menjemput mereka sudah menunggu kamu,” ujar Tian sambil mengelus pucuk kepala Syana dan tersenyum ramah.

