Alim membalas menghadap kearah Ellsa Sayna Ia berkata " Ini langkah awal aku menjalankan warisan dari ayahmu, Sa !".
Tiba tiba raut wajah Ellsa Sayna kebingungan bola kata kanan kiri bergerak ke arah atas terlihat orang berfikir apa yang dikatakan Alim barusan.
Mereka menuju panggung tidak lupa Karina duduk di samping Kursi Alim, situasi yang menjadi berubah dari sebelumnya, yang menjadi lebih hidup dan para jamaah begitu semangat tidak ada yang menghembus udara dari mulut.
Di lain situasi posisi belakang ruang STAN Ellsa Sayna terlihat sumringah ia memperlihatkan senyum lebar terlihat gigi seraya mengangguk anggukan kepala. Kemudian di pertengahan acara salah satu jamaah bertanya, kemudian Husman mempersilahkan jamaah, " Apa hukum jika kita tidak melaksanakan wasiat atau perintah dari salah satu keluarga yang sudah tidak ada ( meninggal )?" lontaran jamaah tidak lupa seraya melakukan pergerakan yel yel, Husman mempersilahkan jamaah duduk kembali kemudian mempersilahkan Ustadz Alim atau Karina agar menjawab.
" warisnya yang disampaikan semasa hidupnya, baik secara lisan maupun tulisan. Lantas bagaimana Islam mengatur hukum tentang wasiat, biasanya wasiat erat kaitannya dengan persoalan warisan, walaupun tidak semuanya terkait harta peninggalan. Sedangkan terkait menjalankan wasiat dan hukumnya ada empat yaitu wajib, sunah, mubah dan haram.
Hukum wasiat menjadi wajib dilaksanakan, jika berhubungan dengan pemenuhan hak-hak Allah SWT yang belum dilaksanakan seperti zakat, nazar, fidyah, puasa dan haji. “Termasuk jika seseorang memiliki tanggungan yang wajib seperti utang, maka wajib atasnya berwasiat untuk membayarkan utangnya, sedangkan wasiat tidak selain harta hukumnya mubah” terangnya Ustad Alim.
Tiba tiba Ekspresi Ellsa Sayna datar mendengar jawaban Alim, di saat break mereka kembali ke stan untuk merekatkan badan akan tetapi Alim dan Karina selalu asik berbicara berdua dengan pembahasan masa di perguruan tinggi sebelumnya.
Kemudian di posisi Ellsa Sayna melihat mereka berdua terlihat iri atasan kedekatan kawan kecilnya dekat dengan orang lain. Berujung Acara selesai
" Terima kasih kalian sudah membantu acara Gua " Sahut Ellsa Sayna raut wajah bahagia seraya tersenyum lebar.
" Saya hanya menjalankan wasiat dari ayahmu, tidak ada selebihnya " Sahut Alim dengan muka jutek dan ketus.
Satu persatu mereka keluar dari ruang acara disitulah datang Pak Ganda membawa selembar kertas sembari mendekat Ellsa Sayna dan Elizabet,
" Bagus kalian " Perkataan pak Gandi membingungkan mereka.
" Maksud dari pak ganda apa?" balas Ellsa Sayna mereka saling tatap tatapan.
" Program kalian dapat rating tertinggi untuk di acara pagi ini tidak semudah itu " Sahut pak ganda seraya merangkul mereka.
" Terima Kasih, Atas kepercayaan kepada kami pak !" Jawab Ellsa Sayna dengan wajah yang sangat sumringah atas kabar baik.
" Pertahankan, Dan lebih baik " Balasan Pak ganda seraya menyenangkan mereka.
Dengan suasana bahagia itu mereka lebih semangat untuk melaksanakan tugas dengan sepenuh hati.
Ucap Ellsa Sayna seraya memeluk Asisten " Akhirnnya kerja keras kita tidak sia sia "
Siang hari cuaca terasa begitu panas. Seiring bertambahnya laju detak waktu langit pun semakin siang semakin membiru, tak terlihat awan berarak di sekitarnya. Sang raja siang melaksanakan tugas pengembaraannya dengan sempurna. Sinar panas yang dipancarkannya hampir tak terhalang menembus bumi yang genah.
Ellsa Sayna dan Crewe sedang berdiskusi di salah satu cafe dekat kantor, Mereka terlalu semangat untuk Mengerjakan tugas yang berhasil Mereka Capai. Di situasi panas suhu semakin panas dan berkeringat.
Ellsa Sayna merasa sedikit cemburu kedekatan antara Alim dan Karin Ia pun izin ke toilet untuk menenangkan diri, Ellsa Sayna berdiri badan posisi membungkuk kedua tangan didepan perut Ia bercermin di toilet seraya menatap wajah diri sendiri didalam hati ia berkata " kenapa saya bisa seperti ini !" Ia hanya terbengong dengan suasana itu. Ellsa Sayna kembali berkumpul dengan mereka.
Setelah selesai berdiskusi Karin menarik Alim untuk berbicara,
"Kita sudah berkomitmen, aku ingin kita ingat itu " Karina berkata seraya menatap mata alim.
"Kita hanya lagi ta'aruf saling mengenal satu sama lain" Sahut Alim.
Mereka masing masing pulang untuk mempersiapkan besok. Tetapi disisi lain Alim mendekati Ellsa Sayna berkata " Untuk malam ini saya datang ke rumahmu untuk melakukan wasiat kedua ayahmu "
Balas Ellsa sayna "iya, silahkan datang saja"
Akhirnnya mereka pulang menuju ke rumah masing masing.
Malam ini tak seperti biasanya. Lebih panas, tak seperti Minggu - minggu atau bulan - bulan yang telah lalu.
Kota ini mulai bersimbah keringat malam ini. Mungkin Ellsa Sayna terlalu gugup kedatangan Alim. Terdengar suara ketokan pintu depan rumah, Bibi Ellsa Sayna menuju pintu depan untuk membuka, Ternyata datanglah sosok Alim bibi mempersilahkan Alim mengarah ruang tamu untuk bertemu Ellsa Sayna, Bibi Ellsa Sayna menuju ke atas menemui Non kecilnya berkata " dibawah ada tamu non !"
" Siapa bi, mau keperluan apa ?" Balas Ellsa Sayna dengan rasa penasaran
" Ustadz Alim non, Bibi kurang tau ada keperluan apa" balas bibi Ellsa Sayna
" Baik, saya akan turun " Jawab Ellsa Sayna seraya menuju kamar untuk mengganti pakaian.
Keluar kamar iya turun dan melangkah dari satu persatu anak tangga sambil merapikan baju, kerudung yang iya pakai agar terlihat menarik di hadapan Alim. Langkah demi langkah Ia hampir mendekati Alim dan bertanya " Sudahkah lama, nunggu aku "
" Tidak, saya baru sebentar " Sahut Alim mengangkat kepala agar menatap mata Ellsa Sayna
"Oke, Lalu ini mau langsung " Bapas Ellsa Sayna
" Iya untuk pertama kita latihan membaca Al Quran sesuai dengan tajwid kolkolah dan lain lain, Agar kamu tahu pentingnya semua itu dalam al Qur'an " sahut Alim.menegaskan Ellsa Sayna ini untuk melaksanakan wasiat ayah nya tanpa paksaan agar ia berfikir pentingnya al quran dibaca dengan benar. Ellsa Sayna menyuruh pembantu nya untuk membuatkan minum segar untuk Alim. Di sela sela waktu sedang belajar wasiat mereka diganggu dengan datang gelas menuju ruang tamu dan di letakan di meja tamu. Alim mengangkat gelas menuju mulut lalu meminum segelas air yang segar, beberapa menit mereka lalui Alim saat nya berpamitan
" Saya pulang dulu, Waktu semakin malam "
" Iya silahkan " Sahut Ellsa Sayna
Alim pun beranjak dari kursi lalu menuju pintu keluar untuk meninggalkan rumah Ellsa Sayna. Kemudian Ellsa Sayna mengantarkan Alim menuju pintu dan Ia terdiam di depan pintu untuk melihat Alim pulang dari rumah nya. tak lupa Alim melambaikan tangan sambil mengucapkan salam.
Ellsa Sayna kembali menuju ruang nyamannya yaitu kamar, akan tetapi Ia terdiam dan terkagum kagum atas sikap Alim, dan berfikir alasan Alim untuk melaksanakan wasiat ini.
Dengan otodidak ia langsung memberi pesan ke Alim melalu WA, meyakinkan Alim ingin melanjutkan melaksanakan wasiat ini. Mereka berbincang selama beberapa menit akan tetapi Ellsa Sayna ketiduran saat menunggu balasan pesan dari Alim.
Di pagi hari Ellsa Sayna masih terbungkus dengan selimut tebal nya dengan suhu pagi hari yang masih dini menusuk tubuh mungilnya tepat pukul 02.00 dini pagi akan tetapi itu bukan menjadi penghalang untuk Ia bekerja, Ellsa Sayna lalu bergegas menuju kamar mandi untuk mempersiapkan keberangkatan menuju lokasi.
Ellsa Sayna orang pertama yang samapi di lokasi, Ia menunggu rekan rekan kerja nya seraya mempersiapkan kebutuhan untuk syuting nanti, mereka langsung menetap ke posisi tempat kerja masing masing.
Tiba tiba Alim menemui Ellsa Sayna sambil berkata " Untuk nanti malam kita masih belajar tentang islam ya Sa"
" Ha .... ( Raut muka kaget ), kita lagi diposisi tempat kerja mengapa dibahas disini. Kerja kerja luar kerja dibahas nanti " Balas Ellsa Sayna nada tinggi.
Tetapi disisi lain Karin melihat kedekatan mereka merasa cemburu didalam pikiran dia " Mengapa Ellsa Sayna baru saja dekat dengan Alim Ia bisa sedekat itu dengan Alim "
Dengan hati panas dan kesal Ia langsung Stan sambil menunggu Acara mulai.
Acara mulai lancar akan tetapi di sela break Karin dan Alim menuju stan berdua tidak lupa Ellsa Sayna melihat mereka begitu akrab nya Ia mulai merasakan cemburu.
" Kamu kenapa ? Begitu akrab sama Ellsa?" Tanya Karin rasa penasaran.
" Tidak apa apa " Sahut Alim.
menyembunyikan tentang rahasia wasiat dari Ayah Ellsa Sayna. karena yang tau permasalah ini hanya orang terdekat keluarga Alim dan Keluarga Ellsa Sayna.
Dengan keraguan jawaban Alim yang kurang puas Karin merasa ada hal yang di sembunyikan.