Dengan hati panas dan kesal Ia langsung Stan sambil menunggu Acara mulai.
Acara mulai lancar akan tetapi di sela break Karin dan Alim menuju stan berdua tidak lupa Ellsa Sayna melihat mereka begitu akrab nya Ia mulai merasakan cemburu.
" Kamu kenapa ? Begitu akrab sama Ellsa?" Tanya Karin
" Tidak apa apa " Sahut Alim menyembunyikan tentang rahasia wasiat dari Ayah Ellsa Sayna. karena yang tau permasalahn ini hanya orang terdekat keluarga Alim dan Keluarga Ellsa Sayna.
Dengan keraguan jawaban Alim yang kurang puas Karin merasa ada hal yang di sembunyikan.
Acara mulai kembali sampai selesai, Akan tetapi selesai acara itu mereka dan para Crew tidak lupa Elizabet Assisten Ellsa Sayna, seperti biasa menuju Cafe dekat dari kantor untuk membicarakan pekerjaan untuk esok.
Untuk kali ini berbeda Karin dan Ellsa Sayna bersampingan di posisi Alim. Di pertengahan merencanakan untuk acara besok tentang wanita idaman para suami
" Jika wanita baik dia tidak pernah mendekati atau ingin niat merebut pasangan orang lain "
Sindir Karin seraya melirik Ellsa Sayna.
Ellsa Sayna kaget atas perkataan Karin dengan tiba riba seperti itu.
Tak selang waktu lama mereka mendengar berita di televisi tentang gosip Ellsa Sayna acara yang di bawa Putri,
" Bisikan Tetangga " jika sosok seorang host cantik ( Memperlihatkan Gambar Sosok Ellsa Sayna ) menjadi orang ketiga dalam hubungan percintaan Alim dan Karin atau Sosok Alim yang ingin memperistri dua wanita cantik itu.
Ellsa Sayna pun syok mendengar berita yang tidak disangka sangka dan tidak di lakukan menjadi berita hoax.
Ia menghampiri Putri melangkah dengan cepat dan mencari kediaman putri
" Maksudmu apa? Bisa bisannya buat berita tidak sesuai dengan situasi " tanya Ellsa Sayna seraya memajukan jari telunjuk ke muka putri
Sahut putri dengan raut muka bahagia dan tersenyum. lebar atas pembalsan nya " Bukan nya Lo yang mengajarkan saya dahulu, jika membuat berita fiktif agar menarik dan pentonton menyukainnya dengan hal itu. Ellsa Sayna tiba tiba terdiam dan seraya memabalas jawaban Putri " Tapi bukan gini cara nya, gua aku buktikan jika berita ini tidak benar "
Ellsa Sayna lalu pergi dari ruangan itu menuju Cafe dan ingin meminta maaf atas berita tidak benar, namun Sampai di lokasi Alim dan Karin sudah tidal ada di posisi itu.
" Dimana mereka ? Heeyyy ... Dimana ... Kenapa diam semua ? Tanya Ellsa
" Me .... Me.... Reka baru saja pulang setelah mendengar pemberitaan " Sahut Elizabet dengan sahutan terpatah patah.
Ellsa Sayna mengejar mereka alhasil tidak menemui.
Di lain sisi Karin memliki kesempatan banyak untuk berdekatan dengan Alim atas pemberitaan barusan.
Karin berkata" Sudah tidak usah dipikir !"
" Siapa yang membuat pemberitaan itu, Memperjelek nama baik saya, dan apa kata para santri dan santri wati "
Jawab Alim sambil raut muka dipipi yang memerah karena kesal atas pemberitaan itu.
Ellsa Sayna merasa bersalah atas pemberitaan. Ia menuju Rumah untuk menenangkan pikiran dan hati agar mendapatkan solusi. Akan tetapi sesampai rumah sambil rebahan di kasur empuk nya Ellsa Sayna membuka Hand Phone meliaht berita tentang dia semakin ramai di segala sosial media, i********:, You tube, Tik tok dan di salah satu surat berita.
Kelakuan Ia semakin tidak karuan kepanikan menambah di dirinnya, Ia hanya bisa berfikir siapa yang tega melakukan seperti ini.
Waktu untuk istirahat tidur malam ia tidak bisa dengan keadaan kacau masih ter ingat ingat soal masalah itu. Tetapi iya untuk merendamkan rasa paniknnya agar dapat tidur malam hari ini. Perlahan lahan iya membuang rasa panik dan tertidur perlahan lahan.
Datanglah waktu pagi dini hari tidak seperti biasa ia bamgun tepat waktu namun untuk saat ini Ellsa Sayna terlambat bangun kemudian Ellsa Sayna seperti biasa Ia bangun untuk mempersiapkan berangkat kerja, bergegas menuju kantor dengan keadaan sudah ramai.
" Maaf saya kesiangan guys !" Kata Ellsa Sayna
Rekan kerja dan para Crew cuma.bisa terdiam atas kedatangan Ellsa Sayna. " Mengapa kalian terdiam seperti itu ? Ada masalah apa ? Atau bagaimana ? Atau garagra kedatanganku inikah " Tanya Ellsa Sauna terhadap rekan kerja yang ada diruangam seraya bicara tanpa henti.
" Narasumber kita belum datang
( Alim dan Karin ) " Balas Elizabet
" Ha .... A .....Apa .... ( Ekspresi kaget , rau muka bengong ), lalu bagaimana ini?
Sedamgkan waktu tinggal beberapa jam lagi acara segera dimulai, kejadiaan naas suasana semakin ruyam dan kebingungan Ellsa Sayna terus berfikir bagaimana untuk mengatasiasalah ini Tak lupa Elizabet pula.
Berfikir ..... Berfikir ..... Berfikir .....
Elizabet berkata " Untuk sementara ini Atau kita memangil narasumber yang dulu sebelum Alim Kak! " Seraya mendekati Ellsa Sayna menaikan jari telunjuk ke atas.
" Ustadz yang kemarin " jawab Ellsa Sayna
" Iya, untuk sementara ini saja " Sahut lagi Asistennya.
" Coba saya call, dia bisa hadir atau tidak " Elizbet berkata.
( Suara dering terdengar dari satu persatu suara, Akan teteapi tidak ada jawaban )
Akhirnnya pangilan terakhir ada jawaban dan menyetujui ingin datang.
" Kak, ta ..... Pi ....., Ia akan datang dengam persyrtan "
" Apalagi, ya tuhan cobaan ini ! Dia minta persyartan apa Sa " jawab Ellsa Sayna
" Ia meminta bayaran dua kali lipat dari sebelum nya " Elizabet Membalas pertanayaan Ellsa.
" Hah ..... Gila tu Ustadz, Mata duitan juga. Ya sudah saya terima tawaran dia " Jawab Ellsa Sayna.demgan nada tinggi.
Dengan solusi itu Ellsa Sayna lumayan lega tapi di dalam hati dan fikiran ia masih ganjal atas tidak kehadiran mereka berdua. Atau mereka tidak hadir atas berita kemarin, segitunya tidak profesional nya mereka.
Setelah Acara selesai tanpa kedatangan Alim dan Karin, Ellsa Sayna berniat ingin menemui mereka di kampung halaman. Ellsa Sayna dan Elizabet Bergegas mencari tas dan berjalan tergesa gesa menuju mobil untuk menuju ke pesantren. Mereka tidak ditemani supir hanya berdua, dengan kecepatan 80/100 km/jam. Akan tetapi di pertengahan jalam kejadian Naas di daerah dekat kota Alim terjadi banjir jadi ia mengendari dengan perlahan lahan supaya selamat, sekitaran 1 jam lebih mera terjebak di aliran air yang begitu tinggi jika untuk kendaraan mobil pribadi. Mereka terus melaju menuju lokasi dengan situasi
Di sisi langit barat, banyak awan yang menggantung berkerumun. Gelap gulita hitam warnanya. Matahari yang tadi seakan menyeringai panas, kini tertutup awan dan suara petir sangat keras yang datangnya badai malam ini. Angin bertambah kencang. Air-air turun secara cepat dan deras. Dengan itu mereka berkendara perlahan.
" Kita akan meneruskan perjalanan ini Kak "
" Iya, masa kita sudah sampai disini ingin putar balik " jawab Ellsa Sayna
" Tapi .... Hujan begitu lebat, atau kita berhenti di penginapan dahulu, lanjut besok " sahut Elizabet menengok ke arah Ellsa Sayna
" Tidak usah, kita pelan pelan saja " Ellsa Sayna berkata.
Mereka melanjutkan menuju pesantren.
Zzzzzttt .....Zzzztttt ....... Dyarrrr ......Dyarrr ( Suara mobil belakang meletus )
Sudah situasi hujan lebat mobil.meletus perasaan mereka lebih kacau , Ellsa Sayna turun dari mobil membawa payung untuk menengok keadaan mobil belakang.
" Yah ..... Huft .... Bocor kalo ini "
Ellsa Sayna menuju ke mobil kembali untuk berdiskusi kepada Elizabet, " ini bagaimana mobil bocor "
" Kita bermalam di hotel dulu saja Kak! " Balas Elizabet
" Tapi ini mobil bagaimana "
" Mungkin disini dahulu, nanti saya akan telfon bengkel atau mobil derek di daerah sini " Sahut Elizabet seraya meraih ponsel genggam nya menekan tombol telefon untuk mengabari tentang mobil itu kepada pihak bengkel terdekat.
Mereka pun menuju hotel untuk beristirahat semalam karena sudah malam agar situasi hujan diluar redah atau berhenti hotel jauh dari perkotaan.
" Sudah kita bermalam disini kak, besok kita akan mulai lagi perjalanan " Ucap Elizabet seraya membukakan pintu atasan nya itu.
Mereka pun beres beres barangan dan pakaian untuk menuju istirahat malam sejenak, karena besok acara ceramah pagi libur.
Ssssttt ..... Sssssttt ... Kukuruyuk .... Ku ...ruyuk .....
Ellsa Sayna Langsung membuka mata dan bergegas melepas selimut menuju kamar mandi untuk mandi, tak lupa Elizabet melakukan sama seperti Ellsa Sayna.
Siaplah mereka melanjutkan perjalanan menuju pesantren akan tetapi ia merental mobil di daerah dekat situ,
Tinggal beberapa Km hampir sampai, tetapi ada suasana berbeda sekitar pesantren berantakan pepohonan tumbang, Ia berfikir tidak karuan. Ia tetap melaju perlahan lahan dan akhir nya sampai di lokasi.