Kejadian Naas dimana posisi lokasi habis terkena bencana banjir besar, Mereka langsung bergegas menuju lokasi dan membantu para korban di tempatkan diruang layak.
Disisi lain Alim melihat Ellsa Sayna saat membantu para korban, dia begitu kagum atas perilaku Ellsa Sayna.
Alim mendekati Ellsa Sayna dengan langkah lebar ia bertanya
" kok .... Bisa sampai sini ? Ada apa ? ".
Ellsa sayna tidak menggubris pembicaraan Alim, Ia masih membantu mengngkat peralatan perlatan yang ada didepan pesantren untuk di bawa ke posko dalam pesantren.
Alim mengikuti gerakan Ellsa Sayna yang kesana kemari membatu dia hanya ingin tahu jawaban pertannya nya.
" Ada apa ? Kamu mengikuti gua ? "
" Berhenti sejenak " seraya meluruskan tangan ke arah hadapan Ellsa Sayna
" Ada apa ?" Tanya Ellsa Sayna
" Kenapa kamu kesini ?" Tanya Alim kembali
" Ini kan musibah, bukan nya kita rapikan dulu, pembahasan ini di bahas nanti !" Balas Ellsa Sayna seraya berlari menuju korban.
Akan tetapi di lain waktu betita kejadian bencana sudah berdatangan tanyang di televisi hanya seperti berita tulisan dan vidio, sosok ibu Ellsa Sayna melihat berita lalu melihat ada sosok anak nya sedang bercampur tangan untuk membantu para korban.
Alim hanya bisa terdiam dan kagum atas sikap asli Ellsa Sayna. Sudah tertata dengan rapih para korban sudah di amankan. Usap dahi Ellsa Sayna sambil duduk dan merenung dengan kejadian naas ini. Datang sosok Alim dan duduk di samping Ellsa Sayna. Sambil menyodorkan selembar kain untuk menghusap ketingat di dahi.
" Terima Kasih " Kata Ellsa Sayna
" Sama sama, tapi jawab pertanyain tadi Sa?" Tanya Alim
" Begini kejadian nya " jawab Ellsa Sayna
" Iya gimana " balas Alim
" Eeh .... Eeehhh .... Tapi " tiba tiba raut muka Ellsa Sayna menjadi sinis.
" Tapi kenapa ?" Tanya Alim
" Gua yang mau nanya kenapa kamu tidak hadir di acara pagi tadi ?" Tanya Ellsa Sayna sedikit nada tinggi dengan wajah menghadap muka Alim.
" Kamu tadu sendirikan " balas Alim di balas dengan nada halus lembut.
" Lalu kenapa kamu bisa kesini ?" Tanya Alim kembali untuk kesekian kali nya.
" Ya karena Lo tidak datang, maka dari itu Gua nyamperin dan mau menanykan hal ini, tetapi di pertengahan jalan menuju pesantren pepohonan tumbang semua barang berserakan, ternyata baru saja kejadian bencana banjir, itu hal.kebetulan saat Gua mau ke sini ." Jawab Ellsa Sayna
" Oh, gitu " Balas Alim dengan singat tapi menyakitkan.
" Cuman itu, pertanyaan yang lain jawab ?" Kata Ellsa Sayna
" Iya cuma alasan ada bencana ini, saya tidak datang " balas Alim
" Ta .... Pi ..... Soal berita kemarin ?" Tanya Ellsa Sayna dengan ragu ragu ingin menanykan.
" Soal itu saya tidak gubris, tapi siapa yang bisa bisa nya buat gosip seperti itu ? Namannya fitnah " Jawab Alim dengan kalem.
Kata Ellsa Sayna" Tapi kemarin kenapa langsung pergi begitu saja "
" Ya saya tidak enak dengan berita itu, buat apa.maaih disana lebih baik pergi " sahut Alim.
Tapi tiba tiba ada sosok Karina di belakang mereka akan tetapi mereka tidak mengetahui, sayangnya pembicaraan Alim dan Ellsa Sayna di dengan karin, Ia semakin cburu atas kedekatan mereka.
Semakin panas suasana hati semakin jadi jadi Karina berfkir untuk menjauhkam Alim kepada Ellsa Sayna.
Ellsa Sayna berkata " ini untuk acara besok bagaimana ?"
" Saya ikut kalian saja " balas Alim
" Tidak mungkin dengan suasana seperti ini, kamu datang ke jakarta untuk mengisi acara " Ucap Ellsa Sayna
" Lalu, baik nya bagimana " tanya kembali Alim
Ellsa Sayna terdiam sejenak unutuk.memikirkan jalan terbaik atas masalah ini
" Yaudah, acara kita lakukan di pesantren, untuk crew crew lainnnya bisa menyusul " Jawa Ellsa Sayna
Tetapi di sela sela waktu Hand phone Ellsa Sayna berdering meraih nya melihat layar ponsel lalu geser icon hijau untuk menjawab panggilan.
" Hallo pak "
" Kamu ada di posisi demak, di pesantren nya Alim " Tanya Pak Ganda
" Iya pak, bapak bisa tahu ?" Sahut Ellsa Sayna
" Saya tadi melihat sekilas berita di televisi " Jawab Pak Ganda
" Oh iya, lalu ada apa pak " tanya Ellsa Sayna
" Begini, pas banget kamu ada di posisi di situ, saya ingin kamu menjadi host berita kan kejadian bencana yang ada di sana, saya akan kirimkan salah satu cameraman untuk melihatmu "
" Baik pak " Balas Ellsa Sayna
Mereka lanjut berbincang untuk mempersiapkan besok pagi.
Tringg ... Alim berkata Ia memiliki ide " Besok Episode ke 100 bagaimana kita membuat acara berbeda "
" Lalu, Bagaimana " Jawab Ellsa Sayna
" Di pesantren saya ada ekstra kulikuler dimana ada Fashion, musik dan olahraga. Bagaimana semua itu kita perlihatkan di acara kita " balas pertanyaan dari Ellsa Sayna
Ellsa tidak berfikir panjang mungkin ini salah satu ide terbaik supaya acara ini semakin naik rating nya atau tetep bertahan.
" Baik, tapi untuk besok apa bisa dengan keadaan masih seperti ini " tanya Ellsa Sayna
" Kan besok masih hari libur, insha allah kita bisa mempersiapkan untuk satu hari full ini " jawab Alim.
" Oh ya udah " sahut Ellsa Sayna.
Suasana semakin malam angin semakin besar menusuk sampai kedalam tulang begitu dingin nya malam ini. Akhirnya mereka beranjak dan menuju ke kamar masing masing untuk beristirahat.
Di dalam kamar Ellsa Sayna sudah ada Elizabet dan iya memberi tahu rencana acara untuk esok.
" Lalu kita besok kembali ke jakarta " tanya Elizabet.
" Tidak Sa " Jawab Ellsa Sayna.
" Lalu " Tanya kembali Elizabet dengan raut muka bingung.
" Kita membuat acara disini dengan konsep seperti ini
" Ellsa Sayna seraya mempersilahkan secara detail tentang rencana besok
" Jadi begitu, baik saya akan mempersiapkan semua "
Mereka beristirahat untuk melepas lelah selama di perjalanan.
Suasana yang begitu dingin dan nyaman Ellsa Sayna menarik selimut untuk menghangatkan badan mungilnya ia terasa nyaman dan damai akan tetapi beberapa menit terdengar suara adzan berkumandang dari masjid pesantren terdengar pula suara hentakan kaki begitu banyak, tidur yang kalah lelap itu tidak lagi merasa nyaman. Ia merasa terganggu lalu semakin menarik.selimut menutupi seluruh badan sampai kepala.
Akan tetapi ada suara ketukan pintu dari kamar Ellsa Sayna dan Elizabet, Elizabet mengarah pintu untuk membuka dan melihat para santri.
" Kak, bangun waktunya kita solat subuh " Santriwati menyuruh mereka bangun.
" Iya kita akan menyusul " jawab Elizabet.
Para santriwati pergi dari hadapan Elizabet menuju Masjid.
Elizabet menghampiri Ellsa Untuk melakukan ibadah pagi, " Sa bangun, mari kita solat dulu "
" Ya sana, gua malas " jawab Ellsa Sayna
Elizabet mendekat kamar mandi untuk berwudhu mempersiapkan alat untuk solat, Tapi Ellsa Sayna di belakang selimutnya ia berfikir jika saya tidak solat, saya di cap jelek di mata mereka,
Westt ....Wesstt.. melempar selimut dari tubuh mungilnya, Ia bergegas mempersiapkan semua dan berwudhu lalu menyusul Elizabet yang sedang melangkah menuju masjid.
" Akhir nya " kata Elizabet.
Ellsa Sayna hanya membalas dengan senyuman malu.
Sesampai di masjid Ellsa Sayna mendengar ceramah dari Ustadz Alim.
Mereka kembali ke kamar untuk melanjutkan tidur sejenak dan menarik selimut.